
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta, Mualim Wijoyo, menyatakan optimisme bahwa pusat perbelanjaan di Jakarta akan tetap ramai pengunjung meskipun nilai tukar rupiah sedang melemah terhadap dolar AS.
Mualim menilai, stabilitas konsumsi masyarakat tetap terjaga berkat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai festival belanja dan pemberian insentif bagi pelaku usaha. Salah satu motor penggeraknya adalah gelaran Jakarta Festive Wonders yang terbukti efektif mendorong minat belanja warga.
“Selama ini pemerintah sudah memberikan dukungan. Pemprov DKI mengadakan Jakarta Festive Wonders sebagai ajang pendorong belanja. Jadi, persoalan kenaikan dolar adalah hal yang berbeda dengan antusiasme belanja domestik,” ujar Mualim saat pembukaan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) di Jakarta, Rabu (11/6).
Transformasi Mal Menjadi Pusat Pengalaman
Lebih lanjut, Mualim menjelaskan bahwa daya tarik mal saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada transaksi jual-beli konvensional. Pusat perbelanjaan telah bertransformasi menjadi wadah experience atau pengalaman bagi pengunjung, yang menjaga tingkat kunjungan tetap tinggi.
Terkait pelaksanaan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 yang berlangsung mulai Rabu ini hingga 22 Juli 2026, APPBI mematok target transaksi yang cukup ambisius. “Kami optimis target penjualan Rp16 triliun dapat tercapai, apalagi momentumnya bertepatan dengan masa libur sekolah,” tambahnya.
Kolaborasi dengan UMKM dan Target Rp16 Triliun
FJGS 2026 dalam rangka HUT ke-499 Jakarta ini diikuti oleh 104 pusat perbelanjaan di seluruh wilayah Jakarta. Selain mal besar, ajang ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal.
- Target Transaksi: Rp16 Triliun
- Peserta: 104 Pusat Perbelanjaan
- Periode: Juni – 22 Juli 2026
- Fokus: Kolaborasi Mal dan UMKM
Senada dengan Mualim, Uus (perwakilan penyelenggara) menegaskan bahwa FJGS merupakan langkah strategis untuk memutar roda ekonomi di tengah tantangan global. Ia berharap mal dapat berperan sebagai “orang tua” bagi UMKM di sekitarnya melalui kolaborasi yang inklusif.
Meskipun daya beli masyarakat menghadapi tekanan, optimisme tetap tinggi didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Jakarta yang masih positif serta tingkat inflasi yang terkendali. “Kita harus optimis. Pertumbuhan ekonomi Jakarta cukup tinggi dan inflasi berhasil kita kendalikan dengan baik,” pungkas Uus. (E-3)
