
MENJAGA kesehatan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi memerlukan kedisiplinan tinggi dalam mengatur arus kas. Salah satu kunci utamanya adalah kemampuan individu dalam membedakan antara kebutuhan mendesak dan keinginan sesaat.
Perencana keuangan dari Finante.id, Rista Zwestika CFP, WMI, menjelaskan bahwa membedakan kedua hal ini sangat krusial untuk menjaga keamanan kondisi keuangan. Menurutnya, ada cara sederhana yang bisa dilakukan sebelum seseorang memutuskan untuk mengeluarkan uang sebagai kunci perencanaan keuangan.
Pertanyaan Kunci sebelum Membeli
Rista menyarankan masyarakat untuk mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri sendiri sebelum melakukan transaksi. “Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?” ujar Rista di Jakarta, Senin (8/6).
Ia memaparkan dua indikator utama untuk mengategorikan pengeluaran:
- Kebutuhan: Jika ketiadaan barang tersebut membuat seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
- Keinginan: Jika barang tersebut hanya berfungsi menambah kenyamanan, sekadar mengikuti tren, atau jika penundaan pembeliannya tidak mengganggu aktivitas utama.
Terapkan Jeda untuk Cegah Belanja Impulsif
Selain membedakan kategori barang, Rista juga menekankan pentingnya mengendalikan emosi saat berbelanja. Seringkali, dorongan membeli muncul karena godaan diskon atau promosi yang bersifat sesaat.
Untuk mengatasi hal ini, ia menyarankan penerapan jeda waktu sebelum mengeksekusi pembelian yang tidak direncanakan. “Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang tersebut,” tambahnya.
Penerapan jeda waktu memungkinkan seseorang untuk mengevaluasi kembali urgensi barang tersebut secara rasional, sehingga dapat mencegah pengeluaran impulsif yang dipicu oleh emosi atau tekanan tren.
Prioritas di Masa Sulit
Kemampuan mengendalikan pengeluaran harian menjadi semakin vital, terutama saat kondisi perekonomian sedang kurang baik. Dengan memastikan setiap pembelian sesuai dengan skala prioritas, risiko munculnya masalah keuangan yang lebih besar di masa depan dapat diminimalkan.
Rista menutup dengan mengingatkan bahwa disiplin dalam menetapkan prioritas pengeluaran adalah fondasi utama dalam membangun ketahanan finansial jangka panjang. (Ant/H-3)
