
SEORANG Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka diduga alami penyiksaan. Pihak keluarga meminta agar pemerintah membantu kepulangan PMI tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, seorang PMI asal Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Marwati (49), diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya. Tidak hanya dugaan penyiksaan, gaji selama hampir lima tahun bekerja di Uni Emirat Arab belum dibayarkan.
Ato, suami Marwati, menjelaskan istrinya berangkat ke Timur Tengah pada 2016 yang diakuinya melalui jalur nonprocedural. “Ada bantuan dari seorang sponsor. Tapi hingga kini, keluarga juga tidak tahu jelas perusahaan atau pihak yang bertanggung jawab atas proses keberangkatan istri saya,” tutur Ato, Rabu (3/6).
Awalnya, lanjut Ato, kondisi berjalan normal. Komunikasi antara keluarga dengan sang istri berjalan baik dan setiap bulan rutin mengirimkan gaji ke rumah. Namun pada 2021, kondisi mulai berubah. Komunikasi antara Marwati dan keluarga mendadak terputus. Nomor telepon yang biasa digunakan tidak lagi aktif sehingga keluarga kehilangan kontak selama bertahun-tahun.
Pada Mei 2026, keluarga akhirnya berhasil melakukan komunikasi dengan Marwati yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga Samya Sayed Mohana di wilayah Ras Al Khaimah. Dalam komunikasi singkat itu, Marwati mengaku ingin pulang ke tanah air, namun permintaannya tidak diizinkan majikan tempatnya bekerja. “Selain tidak diperbolehkan pulang,istri saya juga mengaku kerap mengalami intimidasi dan perlakuan kasar ketika menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Indonesia,” tutur Ato.
Kini pihak keluarga hanya bisa berharap Marwati bisa pulang dengan selamat. “Sudah terlalu lama dia menderita di sana,” tutur Ato. Pihak keluarga meminta bantuan pemerintah untuk bisa memulangkan Marwati. Untuk itu Ato berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), hingga Presiden Prabowo Subianto dapat membantu proses pemulangan Marwati. (UL)
