Artis Boikot Konser HUT ke-250 AS, Donald Trump: Saya Tidak Butuh Mereka
Pembangunan arena UFC di White House.(X/Matt Kaminsky)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak membutuhkan kehadiran para musisi yang memutuskan mundur atau menolak berpartisipasi dalam rangkaian konser peringatan Hari Kemerdekaan ke-250 AS.

“Saya tidak menginginkan apa yang disebut ‘seniman’ yang dibayar terlalu banyak uang, yang tidak bahagia,” tulis Trump di media sosial Truth Social. “Saya hanya ingin dikelilingi oleh orang-orang yang bahagia, orang-orang pintar, orang-orang sukses, dan orang-orang yang tahu cara menang.”

Menyusul mundurnya para artis tersebut, Trump menginstruksikan perwakilannya untuk menjajaki kemungkinan menjadikan dirinya sebagai atraksi utama dalam acara “Great American State Fair”. Festival selama 16 hari itu dijadwalkan berlangsung di National Mall, Washington DC, akhir bulan ini. Ada spekulasi bahwa konser para musisi tersebut akan digantikan oleh kampanye raksasa khas Trump, “Make America Great Again Rally”.

Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump kerap memanfaatkan momen-momen bersejarah nasional yang jatuh pada masa jabatannya yang kedua ini, termasuk Piala Dunia, Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles, dan HUT ke-250 AS. Untuk perayaan kemerdekaan, kelompok yang didukung Trump bahkan membentuk komite swasta tandingan bernama “Freedom 250” guna menyaingi komite resmi “America 250” bentukan Kongres.

Komite pilihan Trump ini merencanakan serangkaian acara besar, mulai dari pertarungan UFC di Gedung Putih, kompetisi kebugaran di Florida, balapan Grand Prix di jalanan Washington pada Agustus, hingga peluncuran kembang api terbesar di dunia pada 4 Juli mendatang.

Selain acara hiburan, Trump yang berlatar belakang pengusaha real estat sangat fokus pada proyek mempercantik kota Washington. Sejumlah air mancur ikonik diperbaiki, Taman Lafayette direnovasi, dan kolam pantul di depan Lincoln Memorial dilapisi kembali. Ada pula rencana melapisi empat patung kuda perunggu dengan emas murni 23,75 karat serta pembangunan gapura kemenangan setinggi 250 kaki yang telah disetujui Komisi Seni Rupa AS, meski masih menghadapi tantangan hukum.

“Saya suka konstruksi,” ujar Trump dalam rapat Kabinet pekan lalu. “DC terlihat indah.”

Upaya mengaitkan perayaan kemerdekaan dengan figur Trump juga merambah ke sektor keuangan. Kementerian Keuangan AS telah menyetujui koin emas komersial bergambar Trump. Bahkan, Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasi pihaknya sedang mengkaji pencetakan uang kertas khusus denominasi US$250 yang menampilkan wajah Trump, meskipun langkah ini memerlukan persetujuan Kongres karena melibatkan presiden yang masih hidup.

Langkah-langkah tersebut memicu kritik tajam dari Partai Demokrat yang menilai Trump bersikap narsistik. “Sadar diri lah,” tulis Pemimpin Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, melalui media sosial X. “Peringatan 4 Juli mendatang bukan tentang seorang yang ingin menjadi raja. Ini tentang merayakan perjalanan Amerika.”

Meskipun kubu Trump menganggap kritik tersebut tidak patriotik, perayaan yang seharusnya menjadi momentum persatuan bangsa ini kini justru berubah menjadi medan pertempuran politik baru yang semakin membelah masyarakat Amerika Serikat. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *