
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bogor bergerak cepat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, menginstruksikan seluruh jajaran aparatur wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera memetakan titik-titik rawan bencana di tengah potensi curah hujan ekstrem yang melanda Kota Bogor, Jawa Barat.
Dedie mengungkapkan bahwa curah hujan di Kota Bogor saat ini berpotensi mencapai 120 hingga 200 milimeter dalam sekali hujan. Angka ini melonjak jauh di atas rata-rata normal yang biasanya hanya berkisar di angka 70 milimeter.
“Kita harus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing, termasuk melakukan pemetaan dan koordinasi untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” ujar Dedie di Balai Kota Bogor, Senin (25/5).
DRAINASE TERSUMBAT
Berdasarkan evaluasi di lapangan, Dedie menilai masih banyak saluran drainase di sejumlah wilayah Kota Bogor yang tersumbat sampah dan tidak dibersihkan. Kondisi buruknya tata kelola saluran air inilah yang kerap memicu terjadinya banjir lintasan saat hujan deras mengguyur.
Merespons hal tersebut, Dedie meminta para pimpinan perangkat daerah untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Langkah ini penting agar persoalan lingkungan dapat segera ditangani secara preventif sebelum menimbulkan dampak kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk menguatkan pengawasan. Sebab, jika pengawasan lemah, akan terjadi berbagai hal yang dapat menimbulkan kerugian,” tegasnya.
BUTUH RESPONS CEPAT
Lebih lanjut, Dedie menegaskan bahwa aparatur wilayah harus memiliki inisiatif tinggi dan respons cepat terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing. Menurutnya, penanganan banjir dan persoalan drainase tidak bisa hanya pasif menunggu laporan warga, melainkan membutuhkan kepedulian dan langkah antisipatif yang nyata dari aparatur di lapangan.
Sejumlah titik krusial yang kini menjadi perhatian utama Pemkot Bogor antara lain:
- Jalan Dadali
- Pacilong
- Jalan Kapten Yusuf (perbatasan Ciapus-Tamansari)
- Kawasan Yasmin menuju Tanah Sareal yang kerap terdampak genangan saat hujan deras.
Khusus untuk kawasan Yasmin yang saluran drainasenya berada di bawah wewenang jalan nasional, Dedie merekomendasikan pembangunan sodetan baru apabila kapasitas saluran air yang ada sudah tidak mencukupi.
Selain meminta pelebaran kapasitas drainase, Dedie juga meminta aparatur wilayah bergerak humanis menyosialisasikan kepada pedagang tanaman agar tidak lagi berjualan di atas saluran drainase maupun badan jalan yang akan diperbaiki. (Ant/P-2)
