
LANSKAP pariwisata modern mengalami pergeseran signifikan seiring dengan dominasi generasi Milenial dan Gen Z dalam pasar perjalanan. Tidak lagi sekadar mencari tiket pesawat murah, para pelancong muda ini kini lebih memprioritaskan pengalaman yang praktis, terintegrasi, dan terpersonalisasi atau yang dikenal dengan tren seamless travel.
Kebutuhan akan kemudahan merencanakan keseluruhan perjalanan dalam satu platform menjadi kunci utama. Mereka menginginkan proses yang ringkas, mulai dari transportasi hingga pemilihan aktivitas di destinasi tujuan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Merespons fenomena tersebut, kolaborasi strategis antara penyedia platform perjalanan digital bersama maskapai nasional dan holding BUMN pariwisata mulai memperkuat ekosistem digital guna menjawab tantangan “liburan tanpa ribet”.
General Manager Klook untuk wilayah Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Sarah Wan, menjelaskan langkah ini merupakan adaptasi terhadap perubahan perilaku traveler masa kini.
“Seiring dengan perubahan perilaku pelancong yang kini menginginkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan secara menyeluruh dari awal hingga akhir, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memperluas kolaborasi guna menciptakan pengalaman wisata yang lebih praktis dan personal,” ujar Sarah.
Salah satu implementasi nyata dari tren ini adalah kehadiran fitur “Things to Do” pada aplikasi FlyGaruda. Fitur ini memungkinkan pengguna merencanakan aktivitas wisata, atraksi, hingga pengalaman lokal baik domestik maupun internasional secara langsung saat memesan tiket.
Purwa Adi Gurnita, Miles & Ancillary Group Head Garuda, menyebutkan integrasi ini adalah bagian dari transformasi menjadi one-stop travel platform. “Melalui fitur ini, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi para pengguna jasa untuk menikmati beragam atraksi dan aktivitas wisata, baik di destinasi domestik maupun internasional, secara praktis dalam satu aplikasi,” jelas Purwa.
Di sisi lain, penguatan ekosistem ini juga didorong InJourney selaku holding BUMN aviasi dan pariwisata. Strategi ini bertujuan memastikan destinasi unggulan Indonesia lebih mudah ditemukan oleh wisatawan mancanegara maupun domestik melalui kanal digital yang relevan.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H. Sisilia, menekankan pentingnya konektivitas digital dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional di pasar global. “Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar pariwisata digital. Kami berharap destinasi dan produk wisata Indonesia semakin mudah ditemukan, dipilih, dan dinikmati,” tutur Veronica. (Rin)
