Hingga September 2026, Tercatat Ada 218 Kasus DBD di Kabupaten Bangka
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka. Nora Sukma Dewi.(MI/Rendy Ferdiansyah)

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatatkan akumulasi sebanyak 218 kasus hingga bulan September 2026. Dari total jumlah tersebut, satu orang pasien dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengungkapkan bahwa tren kasus tertinggi terjadi pada Juli lalu dengan 39 kasus. Sementara itu, pada bulan September ini, jumlah laporan mengalami penurunan signifikan menjadi 14 kasus.

Berdasarkan data sebaran per wilayah kerja puskesmas, Puskesmas Belinyu mencatatkan jumlah kasus tertinggi. Berikut adalah rincian sebaran kasus DBD di Kabupaten Bangka:
















Nama Puskesmas Jumlah Kasus
Puskesmas Belinyu 49 Kasus
Puskesmas Bakam 25 Kasus
Puskesmas Riau Silip 24 Kasus
Puskesmas Petaling 24 Kasus
Puskesmas Kenanga 23 Kasus
Puskesmas Puding Besar 19 Kasus
Puskesmas Sungailiat 17 Kasus
Puskesmas Gunung Muda 14 Kasus
Puskesmas Pemali 12 Kasus
Puskesmas Baturusa 5 Kasus
Puskesmas Penagan 3 Kasus
Puskesmas Sinar Baru 3 Kasus

Kendati akumulasi kasus tergolong cukup tinggi, Nora bersyukur tingkat fatalitas dapat ditekan. “Satu orang kena DBD meninggal, tapi dengan komorbid,” ujar Nora pada Selasa (29/9/2026).

Nora menambahkan, penurunan kasus pada September ini bukan semata-mata karena faktor musim kemarau. Sebaliknya, musim kemarau justru berpotensi mempercepat siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penurunan ini lebih dipengaruhi oleh masifnya edukasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat.

“Kita terus melakukan sosialisasi kemasyarakatan untuk pencegahan DBD ini. Makanya sudah banyak masyarakat yang memahami, sehingga kasus DBD September turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” jelasnya.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat dan seluruh aparat desa untuk memperkuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak agar tidak ada tempat bagi nyamuk dewasa untuk bertelur. Selain itu, masyarakat diminta menerapkan langkah pencegahan 5M, seperti menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta menggunakan kelambu saat tidur. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *