
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3). Berdasarkan data terbaru per Senin, 9 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 16 Rukun Tetangga (RT) dan 2 ruas jalan di wilayah Jakarta Barat masih tergenang air.
Ketinggian air bervariasi, dengan titik terdalam mencapai 90 sentimeter di wilayah Kelurahan Rawa Buaya. Kondisi ini memaksa ratusan warga dari berbagai kelurahan untuk mengungsi ke tempat ibadah dan fasilitas pendidikan terdekat.
Daftar Wilayah Terdampak Banjir di Jakarta Barat
Seluruh titik genangan saat ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat. Berikut adalah rincian kelurahan yang masih terdampak:
- Kelurahan Rawa Buaya: 7 RT tergenang (60-90 cm) akibat curah hujan tinggi.
- Kelurahan Duri Kosambi: 4 RT (30-80 cm) akibat luapan Kali Semanan.
- Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT (50 cm) akibat luapan Bendungan Kali Pelopor.
- Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT (40-60 cm) akibat luapan air.
- Kelurahan Jelambar: 1 RT (30 cm) akibat luapan Kali Grogol.
Selain pemukiman, dua ruas jalan utama juga dilaporkan masih tergenang dengan ketinggian 15 hingga 70 cm, yaitu Jalan Kapuk Muara Raya dan kawasan Lampu Merah Luar Kembangan Raya akibat luapan Kali Angke.
Lokasi Pengungsian Aktif
- Kedaung Kali Angke: Masjid Jami Al-Khaeer, Masjid Uswatun Hasanah, Masjid Jami Al-Fudhollah (138 Jiwa).
- Kembangan Selatan: Masjid At-Taqwa, Majlis Darul Muhyi (130 Jiwa).
- Kembangan Utara: Masjid Jami Al-Ikhlas, Mushola At-Tihanah, Ruang Literasi, SDN 05/08, SDSN 01 Pagi (141 Jiwa).
- Jelambar: Mushola At-Taqwa (30 Jiwa).
Daftar Jalan yang Sudah Surut
Seiring dengan upaya penyedotan, beberapa ruas jalan dilaporkan sudah dapat dilalui kendaraan kembali, antara lain:
| Lokasi Jalan | Kelurahan |
|---|---|
| Jl. Daan Mogot (KM 13 & Halte Taman Kota) | Rawa Buaya & Kedaung Kali Angke |
| Jl. Puri Kembangan | Kedoya Selatan |
| Jl. Perumahan Green Garden | Kedoya Utara |
| Jl. Srengseng Raya | Srengseng |
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan dari Dinas SDA, Dinas Bina Marga, hingga Dinas Gulkarmat untuk mempercepat proses penyurutan air di lokasi terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera menghubungi nomor darurat 112 jika membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik. (E-4)
