Iran Tawarkan Bantuan Dialog Saudi-Yaman di Tengah Ketegangan Teluk
Menlu Iran Abbas Araghchi menawarkan bantuan untuk memfasilitasi dialog Arab Saudi dan Yaman. (Media Sosial X)

MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Dalam percakapan tersebut, Araghchi menyatakan kesiapan Iran untuk memberikan bantuan yang diperlukan guna memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman. Upaya itu diharapkan dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik melalui jalur politik.

Araghchi juga menekankan pentingnya mengutamakan diplomasi dibandingkan penggunaan kekuatan militer untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Kantor berita pemerintah Arab Saudi melaporkan kedua menteri membahas perkembangan situasi keamanan regional, termasuk meningkatnya ketegangan setelah kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi.

Dalam unggahan di Telegram pada Minggu (11/10), Araghchi memperingatkan pendekatan militer tanpa disertai upaya mencari solusi politik berpotensi memperburuk keadaan. 

Ia menegaskan krisis di kawasan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan kekuatan militer.

Pekan sebelumnya, Araghchi juga menyatakan perang yang melibatkan Amerika Serikat tidak memiliki solusi militer. Menurutnya, negosiasi yang didasarkan pada prinsip keadilan merupakan jalan untuk mengakhiri konflik.

Ketegangan regional semakin meningkat setelah serangan Houthi di Bandara Riyadh pada akhir pekan lalu dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai sekitar 300 lainnya.

Menanggapi serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan mempertimbangkan kembali keterlibatannya di Yaman. Ia juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.

Pernyataan Trump itu berbeda dengan ucapannya pada Kamis (8/10), ketika ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan melanjutkan serangan terhadap Iran hingga pemilihan paruh waktu AS selesai.

Hubungan Arab Saudi dan Iran kembali mengalami tekanan sejak perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari 2026. 

Sejak konflik tersebut pecah, Iran dan kelompok-kelompok sekutunya dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset militer AS serta infrastruktur energi di sejumlah negara Teluk, termasuk fasilitas ladang minyak di Arab Saudi.

Meskipun ketegangan meningkat, hubungan diplomatik antara Riyadh dan Teheran masih dipertahankan. Kedua negara memulihkan hubungan diplomatik melalui kesepakatan yang dimediasi Tiongkok pada 2023, setelah mengalami keretakan selama tujuh tahun yang turut memperburuk konflik proksi di kawasan.

Pada Maret lalu, Faisal menyatakan bahwa kesabaran Arab Saudi dalam menghadapi serangan tersebut memiliki batas. Ia juga mendesak Teheran untuk mengevaluasi kembali strateginya guna mencegah situasi keamanan regional semakin memburuk. (Al Jazeera/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *