Ternyata Hobi Mengamati Burung Mampu Ubah Struktur Otak dan Cegah Pikun
Ilustrasi: Pengunjung melihat burung Kakaktua raja saat berwisata di Taman Margasatwa Lembah Hijau, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (22/6/2024)( ANTARA FOTO/Ardiansyah)

AKTIVITAS mengamati burung atau birdwatching tidak lagi sekadar hobi pengisi waktu luang. Rangkaian riset ilmiah terbaru mengungkap bahwa interaksi dengan alam dan pengamatan burung mampu mengubah struktur saraf otak (neuroplasticity), memperlambat penuaan kognitif, serta menjadi metode terapi yang efektif bagi penderita demensia dan penyintas stroke.

Para peneliti sains saraf di Baycrest Academy for Research and Education di Toronto, Kanada, menemukan bahwa otak para pengamat burung senior memiliki jalur saraf yang terhubung secara berbeda dibandingkan dengan pemula. Pemindaian MRI menunjukkan tingkat pengorganisasian dan koherensi struktur otak yang lebih tinggi pada area yang mengatur perhatian, persepsi visual, dan daya ingat.

Terapi Alam yang Terjangkau dan Efektif

Di luar aspek neurologis, hobi mengamati burung terbukti memberikan dampak psikologis dan sosial yang signifikan, terutama bagi lansia dan penderita gangguan kognitif:

  • Meningkatkan Kelincahan Kognitif Lansia: Studi dari Catholic University of Eichstätt-Ingolstadt di Jerman menemukan bahwa pemasangan tempat pakan burung di luar jendela panti jompo meningkatkan daya ingat, fokus percakapan, dan kebahagiaan para penghuni hanya dalam waktu 3 hingga 4 minggu.
  • Memicu Pelepasan Hormon Otak: Aktivitas ini merangsang rasa ingin tahu (curiosity), yang menurut para ahli mengaktifkan hormon dopamin dan norepinefrin di otak. Kedua zat kimia ini memiliki sifat anti-inflamasi alami yang menjaga kesehatan fungsi otak di usia lanjut.
  • Aksesibel dan Inklusif: Berbeda dengan aktivitas olahraga berat, birdwatching sangat fleksibel karena dapat dilakukan dari dalam rumah cukup dengan memandang ke luar jendela, sehingga sangat cocok bagi penderita demensia atau keterbatasan fisik.

Keberhasilan metode ini bahkan mendorong perusahaan asuransi kesehatan di Jerman untuk mendanai fasilitas pengamatan burung di lebih dari 400 panti jompo. Sementara di Amerika Serikat dan Inggris, program Bird Tales dan terapi alam semakin gencar diterapkan untuk membangkitkan ingatan emosional serta mengasah kembali kemampuan berbahasa pada pasien afasia.

(BBC/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *