
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur 18 daerah di Jawa Tengah pada Sabtu (24/10). Selain faktor cuaca, masyarakat diminta mewaspadai fenomena air laut pasang (rob) di pesisir utara serta potensi gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di perairan selatan.
Kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari di Jawa Tengah secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, perubahan cuaca signifikan mulai terjadi. Hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di 18 daerah, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian tengah, serta wilayah pantura.
“Waspadai perubahan cuaca dan suhu udara dengan cepat di sejumlah daerah, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, Sabtu (24/10).
Daftar Wilayah Terdampak Hujan
Berdasarkan data BMKG, berikut adalah rincian daerah yang berpotensi mengalami hujan:
- Hujan Ringan-Sedang: Purbalingga, Banjarnegara, Grobogan, Blora, Ungaran, dan Kajen.
- Hujan Ringan: Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Slawi, Salatiga, Semarang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Untuk daerah lainnya, cuaca diprediksi cerah berawan dan berawan sepanjang hari. Angin secara umum bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 km/jam. Suhu udara berkisar antara 16-35 derajat Celcius dengan kelembaban udara mencapai 40-95 persen.
“Di daerah selatan Jawa Tengah seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri, kecepatan angin bahkan dapat mencapai 35 kilometer per jam,” tambah Agus.
Peringatan Gelombang Tinggi dan Rob
Selain cuaca di daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah perairan. Gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah dilaporkan meningkat hingga mencapai 1,25 – 4 meter, yang dinilai berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Herbuana, menjelaskan bahwa gelombang hingga 4 meter sangat berbahaya bagi berbagai jenis kapal. Risiko muncul saat kecepatan angin berada di atas 15 knot untuk kapal nelayan, 16 knot untuk kapal tongkang dan kapal barang, serta di atas 20 knot untuk kapal penumpang.
Sementara itu, di perairan utara, ketinggian gelombang cenderung lebih landai berkisar 0,5 – 1,25 meter. Namun, ancaman banjir rob masih mengintai kawasan pesisir.
“Air laut pasang (rob) masih berlangsung dengan ketinggian maksimum 0,9 meter pada pukul 02.00 – 07.00 WIB. Hal ini berdampak pada banjir di kawasan pesisir sejumlah daerah Pantura Jawa Tengah, mulai dari Brebes hingga Rembang,” jelas Herbuana. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian warga pesisir. (H-2)
