
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), meluas dan nyaris membakar bangunan SD Negeri Handil Bakti 2. Kepanikan murid dan pengajar sempat terjadi saat kobaran api yang tertiup angin kencang bergerak mendekati area sekolah hingga hampir menyambar bangunan ruang kelas.
Pihak sekolah telah menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) bagi para siswa sesuai dengan edaran resmi sejak maraknya kebakaran lahan. Sejumlah guru yang mendapatkan informasi dari grup sekolah langsung bergegas menuju lokasi untuk mengamankan barang-barang elektronik sekolah dan memindahkannya ke area yang lebih aman.
Seorang guru SD Negeri Handil Bakti 2, Wiwid Makmuri Yanti membenarkan bahwa aktivitas pembelajaran tatap muka telah dihentikan sementara.
“Kami sudah BDR semenjak kebakaran hutan itu, sudah ada edarannya. Jadi kami BDR-kan murid,” kata Wiwid dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, (23/10).
Ia juga menjelaskan tindakan penyelamatan barang-barang milik sekolah dari ancaman jilatan api.
“(Barang-barang) dipindahkan ke kelas yang lebih aman, yang jauh dari titik apinya,” jelasnya.
Sementara itu, Petugas dan sukarelawan terus berusaha memadamkan api. Meski telah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), beberapa relawan tetap mengalami gangguan pernapasan akibat pekatnya asap. Seorang relawan harus dievakuasi dari lokasi pemadaman untuk mendapatkan penanganan medis darurat berupa pemberian suplai oksigen.
“Untuk relawan tadi mengalami sesak napas” ungkap relawan tim medis, Haris Fadillah.
