Pentagon Siapkan Mata-Mata Deep-Cover untuk Perang Ekonomi Lawan Tiongkok
Perusahaan-perusahaan AI terkemuka sepakat untuk bekerja sama dengan Pentagon terkait data rahasia.(The Washington Post)

DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah merancang program spionase deep-cover yang lebih tangguh untuk menjalankan misi perang ekonomi terhadap Tiongkok dan kompetitor global lain. Inisiatif ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi intelijen militer AS yang kini mulai merambah sektor privat secara lebih agresif.

Mata-Mata Berkedok Pebisnis

Program spionase generasi baru ini akan melibatkan agen-agen yang beroperasi di bawah penyamaran non-ofisial atau nonofficial cover officers (NOC). Berbeda dengan agen intelijen tradisional, para agen ini akan menyamar sebagai pebisnis atau personel sektor swasta tanpa keterkaitan terang-terangan dengan pemerintah AS. Langkah ini dimaksudkan sebagai ujung tombak rahasia dari kampanye perang ekonomi Pentagon yang lebih luas.

Inisiatif sensitif ini kabarnya diawasi oleh Tom Rakusan, veteran CIA selama 39 tahun yang kini menjabat sebagai penasihat senior Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg. Rakusan, yang pensiun dari CIA pada 2021, dikenal sebagai mantan direktur operasi CIA yang pernah memimpin respons terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016.

Fokus pada Perang Ekonomi

Pemerintahan AS saat ini semakin menjadikan perang ekonomi sebagai alat utama kenegaraan. Strategi ini mencakup pengenaan tarif, kontrol ekspor, hingga investasi pada sumber daya kritis dan teknologi. Pentagon sendiri telah membentuk Economic Defense Unit (EDU) untuk mengganggu lawan melalui sarana ekonomi.

Beberapa poin utama terkait arah baru intelijen ini meliputi:

  • Target Teknologi: Spionase diperluas untuk menyasar perusahaan Tiongkok di bidang kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, dan semikonduktor canggih.
  • Berbagi Rahasia Dagang: Muncul wacana untuk mengakhiri larangan berbagi rahasia ekonomi hasil spionase dengan perusahaan AS guna memberikan keuntungan kompetitif bagi industri domestik.
  • Investasi Strategis: Pentagon telah mengalokasikan dana besar, termasuk Rp11,7 triliun (US$750 juta) untuk mengamankan deposit mineral tanah jarang di Brasil.

Tantangan dan Ketegangan Antarlembaga

Meskipun ambisius, rencana ini menghadapi tantangan internal dan eksternal. CIA secara tradisional resisten terhadap lembaga lain yang memasuki wilayah spionase manusia (HUMINT). Selain itu, program NOC dianggap sangat berisiko karena agen tidak memiliki kekebalan diplomatik jika tertangkap.

Risiko Operasional: Di era digital, menyembunyikan catatan dinas militer menjadi semakin sulit akibat biometrik dan debu digital. Selain itu, pembawaan militer yang khas sering kali membuat agen Pentagon mudah dikenali saat menyamar di dunia bisnis.

Hingga saat ini, Pentagon secara resmi membantah keberadaan inisiatif tersebut. Juru bicara Pentagon, Jacob Bliss, menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan didasarkan pada informasi yang salah.

Namun, para pengamat melihat upaya ini sebagai refleksi dari pergeseran kekuatan di Washington. Pentagon kini mengincar anggaran rekor sebesar Rp23.400 triliun (US$1,5 triliun) dengan kewenangan yang semakin luas.

Program itu masih dalam tahap perencanaan dan belum operasional. Belum diputuskan apakah unit ini akan berdiri sendiri atau menjadi perluasan dari kemampuan intelijen manusia yang sudah ada di bawah payung otoritas militer. (The Washington Post/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *