Kolaborasi Hulu-Hilir Perkuat Ekosistem Kedelai Lokal
Pengembangan budidaya kedelai lokal di Banyuwangi, Jawa Tengah.(Dok. MI)

KOLABORASI Ustaz Ari Handoko, PTPN IV PalmCo, dan FKS Foundation mendorong pengembangan budidaya kedelai lokal di Banyuwangi, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan petani, pengembangan benih, dan penyerapan hasil panen untuk mendukung keberlanjutan usaha tani.

Salah satu petani, Saifulloh, mengaku hasil bertani kedelai membantunya memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengembangkan usaha peternakan.

“Alhamdulillah, dari bertani kedelai saya bisa menghidupi keluarga. Hasilnya juga bisa dikembangkan untuk beternak sampai akhirnya saya mampu membangun rumah untuk anak,” ujarnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (19/10). 

Dari lahan seperempat hektare, Saifulloh memperoleh sekitar 3,5-4 kuintal kedelai setiap panen dengan keuntungan sekitar Rp3,5 juta.

Dalam program tersebut, hasil panen pertama direncanakan digunakan sebagai benih untuk penanaman berikutnya, sedangkan FKS Foundation akan menyerap hasil panen kedua guna mendukung keberlanjutan usaha petani.

Perwakilan PTPN IV PalmCo dari Divisi PMO Upstream mengatakan pendampingan dan penerapan teknik budidaya yang tepat penting untuk meningkatkan kapasitas petani dan menjaga kesinambungan produksi.

Di sisi hilir, kepastian pasokan juga dibutuhkan pengrajin tahu dan tempe. Nurwito, pengrajin tempe sejak 2014, menggunakan sekitar 50-80 kilogram kedelai setiap hari untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Kolaborasi dari hulu hingga hilir diharapkan dapat memperluas pasar kedelai lokal, menjaga pasokan bahan baku, serta memperkuat keberlanjutan usaha petani dan pengrajin tahu-tempe. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *