
Generasi muda diberi wadah untuk berpartisipasi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. Peran konkret tersebut dibutuhkan untuk menjawab tantangan global.
“Berkarya dan tumbuh bersama Indonesia berarti terus menghadirkan manfaat untuk masyarakat,” kata Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang, dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
Pihaknya memberi wadah partisipasi melalui SATU Indonesia Awards. Boy mengatakan wadah tersebut menyedot animo generasi muda dengan total 19.155 peserta dengan 10 finalis yang mewakili lima bidang.
“Kami mengapresiasi generasi muda yang mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan di sekitarnya melalui lima bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi,” kata Boy.
Pada bidang kesehatan, dua finalis terpilih adalah Andi Rizki Tenryayu dengan inisiatif Pejuang Gizi Anak dari Bone, Sulawesi Selatan. Kemudian, Rifa Imaroh dari Banten, yang mengembangkan program Penggerak Desa Bebas Skabies dan Kusta.
Dari bidang pendidikan, Ali Akbar Rumeon asal Maluku masuk sebagai finalis melalui gerakan Pemantik Nyala Literasi dari Seram. Kemudian, Hari Novar dari Riau terpilih berkat inisiatif Penjembatan Asa Anak Pelosok Riau.
Pada bidang lingkungan, finalis berasal dari Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Ahmad Fahrezi dari Jawa Tengah menghadirkan program Pelopor Pertanian Sirkular Boyolali, sedangkan Nelda Hannia dari Nusa Tenggara Barat mengembangkan gerakan Penjaga Kelestarian Pangan Adat Bayan.
Selanjutnya, pada bidang kewirausahaan, Eka Restianingsih dari Jawa Timur terpilih melalui program Perintis Peternakan Terpadu Berbasis Koperasi. Finalis lainnya adalah Afif Alfianto dari Jawa Tengah yang mengembangkan inisiatif Penggerak Ekonomi Perempuan dari Hutan Tamanu.
Sementara itu, bidang teknologi menghadirkan dua finalis yang memanfaatkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan. Karisma Dwi Septiani dari Jawa Timur masuk melalui program Penggagas Pertanian Pintar bagi Petani Milenial. Adapun Feri Ramanda dari Sumatera Utara terpilih berkat inisiatif Pelopor Peternakan Cerdas Berbasis Data.
“Ini inspirasi untuk anak muda agar terus berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi,” kata Boy.
Proses penilaian melibatkan 10 juri dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, pakar teknologi, pelaku pemberdayaan masyarakat, hingga pegiat seni. (H-2)
