
Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap batuk yang berlangsung lebih dari dua pekan. Kondisi tersebut, terutama jika disertai gejala penyerta lainnya, berpotensi menjadi indikasi penyakit tuberkulosis (TB).
Dokter spesialis paru konsultan infeksi, Dr. dr. Fathiyah Isbaniah, Sp.P(K), M.Pd.Ked., menjelaskan bahwa batuk berkepanjangan memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pastinya. Ia menekankan perhatian khusus bagi kelompok dengan daya tahan tubuh rendah.
“Batuk lebih dari dua minggu perlu dicurigai sebagai TB. Pada orang dengan penurunan daya tahan tubuh, seperti penderita HIV dan diabetes, batuk dengan durasi berapa pun perlu diwaspadai,” ujar Fathiyah pada Sabtu (17/10/2026).
Ragam Gejala TB yang Perlu Diwaspadai
Senada dengan hal tersebut, dokter spesialis paru Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K), memaparkan bahwa gejala TB sangat bervariasi. Selain batuk yang tak kunjung sembuh, terdapat beberapa tanda klinis yang sering muncul:
- Penurunan nafsu makan secara signifikan.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Demam ringan yang muncul pada sore atau malam hari.
- Keringat malam meski tidak melakukan aktivitas fisik.
- Tubuh terasa cepat lelah, lemah, dan tidak bersemangat.
Faisal menyoroti bahwa batuk sering kali menjadi gejala yang paling diabaikan oleh masyarakat, terutama oleh perokok. Banyak perokok menganggap batuk sebagai hal biasa dan memilih mengonsumsi obat batuk atau herbal tanpa mencari tahu penyebab dasarnya.
“Batuk paling sering diabaikan orang. ‘Enggak, batuk biasa kok.’ Apalagi kalau merokok, batuk terus, itu sering diabaikan banyak orang,” kata mantan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tersebut.
Pentingnya Deteksi Dini dan Active Case Finding
Terkait diagnosis, Faisal menjelaskan bahwa batuk akibat TB bisa berupa batuk kering maupun berdahak. Meski batuk berdarah dapat terjadi pada kondisi tertentu, gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, sehingga pemeriksaan medis tetap menjadi kunci utama.
Di DKI Jakarta, upaya penemuan kasus TB terus digencarkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan telah menemukan lebih dari 40 ribu kasus dari target sekitar 68 ribu kasus. Peningkatan temuan ini berkaitan erat dengan strategi active case finding atau penemuan kasus secara aktif.
Catatan Medis: Jika seseorang terdiagnosis TB, anggota keluarga dan kontak erat wajib menjalani pemeriksaan untuk memutus rantai penularan.
Faisal menyarankan masyarakat yang mengalami gejala-gejala tersebut untuk segera mendatangi puskesmas, rumah sakit, atau dokter praktik. Pemeriksaan klinis dan penunjang sangat diperlukan karena gejala fisik saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi bakteri penyebab TB. (Ant/H-2)
