
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras pada Rabu (14/10) waktu setempat, dengan menyatakan bahwa orang-orang yang membocorkan informasi militer harus ditembak mati. Dalam rapat umum di Arizona, Trump menyebut para pembocor tersebut sebagai sampah masyarakat (scum of the earth).
“Menurut pendapat saya, pembocor harus ditembak,” ujar Trump di hadapan pendukungnya. “Di masa lalu, kita biasa menembak pembocor.”
Ia menambahkan bahwa suatu serangan terhadap Iran terpaksa dibatalkan setelah rincian operasi tersebut muncul di media. Ia merujuk pada rencana serangan terhadap situs nuklir tahun lalu.
Eskalasi terhadap Media dan Pembocor
Selain menyerang para pembocor, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap media. Sambil menunjuk para jurnalis yang meliput rapat umumnya, ia mengatakan, “Mereka hampir sama buruknya dengan pembocor.”
Pernyataan ini menandai eskalasi signifikan dalam kampanye Trump melawan kebocoran informasi. Meskipun sebelumnya ia menyatakan dukungan untuk mengejar wartawan yang menerima materi bocoran, seruan untuk eksekusi ini merupakan retorika yang jauh lebih ekstrem.
Pemerintahan Trump tercatat telah melakukan upaya intensif untuk memburu individu yang berbagi informasi dengan wartawan, termasuk:
- Penggeledahan FBI di rumah seorang reporter Washington Post pada Januari.
- Pemanggilan paksa terhadap jurnalis New York Times pada Juli.
- Investigasi agresif di Pentagon oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang dilaporkan menggunakan tes poligraf terhadap ajudan seniornya.
Konteks Operasi Militer dan Hukuman Mati
Trump sempat menyinggung rencana serangan mendadak pada Juni 2025 terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai contoh dampak buruk kebocoran informasi. Ia mengeklaim bahwa perang di Iran akan segera berakhir.
Di sisi lain, Trump terus mendorong penggunaan hukuman mati federal. Pada Desember mendatang, pemerintahannya berencana mengeksekusi Nidal Malik Hasan, mantan mayor Angkatan Darat yang dihukum atas penembakan massal di Fort Hood tahun 2009, menggunakan regu tembak. Namun, Trump baru saja membatalkan rencana untuk menyiarkan eksekusi tersebut secara langsung (live-stream).
Catatan Kampanye: Kehadiran Trump di Bullhead City bertujuan mendukung calon gubernur dari Partai Republik, Andy Biggs. Meski warga setempat mengeluhkan kenaikan biaya hidup, Trump lebih banyak fokus pada isu keamanan nasional dan media, serta mengeklaim bahwa harga-harga kebutuhan mulai turun.
Hingga saat ini, banyak upaya hukum pemerintah untuk menindak jurnalis telah dibatasi oleh hakim, meskipun penyelidikan internal terhadap pejabat yang diduga membocorkan informasi tetap berjalan di bawah arahan Pentagon. (The Washington Post/I-2)
