
HASIL kurang menggembirakan diraih kontingen Indonesia di hari pertama Denmark Terbuka 2026, Selasa (13/10) malam WIB. Selain lima wakil yang tersingkir di babak 32 besar, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga terpaksa mundur dari turnamen akibat cedera.
Daniel Marthin mengalami masalah pada sikunya seusai menjalani latihan di lapangan utama Odense pada Senin (12/10) malam. Meski sempat mendapat penanganan tim fisioterapis, rasa sakit pada siku Daniel tak kunjung reda saat dicoba bermain pada Selasa (13/10) pagi.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menarik keikutsertaan peraih medali emas Asian Games 2026 tersebut agar Daniel bisa berfokus pada pemulihan.
“Daniel Marthin melaporkan kepada saya bahwa sikunya sakit setelah latihan di Main Hall tadi malam. Sudah coba ditangani oleh fisioterapis dengan tindakan fisio dan lain-lain, pagi ini dicoba bermain ternyata skala nyerinya masih tinggi,” kata Antonius, dikutip dari keterangan PBSI, Selasa (13/10).
“Saya memutuskan untuk menarik keikutsertaan Leo/Daniel di Denmark Terbuka untuk fokus pada pemulihan. Semoga tidak serius dan bisa kembali di Prancis Terbuka minggu depan,” ujar pelatih yang akrab disapa Anton tersebut, merujuk pada turnamen berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Oktober 2026.
Lima Wakil Terhenti di Babak 32 Besar
Sementara itu, perjuangan lima wakil Indonesia lainnya di ajang berkategori BWF World Tour ini harus kandas di babak awal:
-
Tunggal Putra: Moh Zaki Ubaidillah gagal melangkah lebih jauh usai bertekuk lutut di tangan wakil Kanada, Victor Lai, dua gim langsung 8-21, 18-21.
-
Ganda Putra:
-
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi kalah dari pasangan Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin, dengan skor 14-21, 20-22.
-
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menyerah lewat pertarungan rubber game dari wakil Jepang, Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita, dengan skor 18-21, 21-19, 10-21.
-
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari unggulan kedelapan asal Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, dengan skor 19-21, 17-21 dalam tempo 37 menit.
-
-
Ganda Putri: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang sempat unggul meyakinkan 21-8 di gim pertama, harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat, Lauren Lam/Allison Quynh Lee, setelah membalikkan keadaan pada dua gim berikutnya dengan skor akhir 21-8, 20-22, 14-21.
Evaluasi disampaikan oleh Raymond/Joaquin usai kekalahan mereka. Raymond mengakui keunggulan pengalaman serta ketenangan pasangan Inggris di atas lapangan.
“Lawan lebih berpengalaman, sangat matang, kami terlalu mengikuti tempo mereka,” kata Raymond.
Kendati terhenti, Joaquin menilai komunikasi dan performa mereka sejatinya sudah menunjukkan perbaikan dibanding turnamen sebelumnya, meski masih banyak hal yang perlu ditingkatkan.
“Kami merasa dari komunikasi dan segi permainan sudah lebih baik daripada sebelumnya. Kami merasa lebih menikmati pertandingan, tetapi tetap harus lebih cepat beradaptasi mengikuti permainan lawan,” ujar Joaquin. (Z-1)
