Formula 1 Sepakati Kontrak 10 Tahun di Rwanda, Afrika Kembali Jadi Tuan Rumah Mulai 2030-an
Ilustrasi–Aksi para pembalap Formula 1 di GP Kanada 2026.(AFP/Mark Thompson/Getty Images/)

Formula 1 resmi menjalin kesepakatan kerja sama berdurasi 10 tahun untuk menggelar balapan Grand Prix (GP) di Rwanda. Balapan yang menandai kembalinya F1 ke benua Afrika ini dijadwalkan mulai berlangsung pada awal dekade 2030-an.

Presiden dan CEO F1, Stefano Domenicali, menyebut momen ini sebagai hari yang bersejarah.

“Dengan masuknya Rwanda ke dalam kalender mulai dekade mendatang, olahraga kami akan menggelar balapan di setiap benua yang berpenghuni. Afrika senantiasa menjadi bagian dari masa depan Formula 1,” ujar Domenicali.

Berdasarkan perjanjian jangka panjang tersebut, balapan perdana akan diselenggarakan setelah pembangunan sirkuit khusus di Bugesera selesai.

Lintasan baru ini dirancang memenuhi standar FIA Grade 1 dan menjadi bagian dari proyek pengembangan terpadu mencakup sektor olahraga, pariwisata, infrastruktur, serta komersial yang dipimpin oleh Rwanda Development Board.

Sirkuit tersebut berlokasi sekitar 40 kilometer di selatan ibu kota Kigali, tepat di sebelah Bandara Internasional Kigali yang baru. Desain sirkuit akan menyatu dengan lanskap alam serta memanfaatkan kontur variasi ketinggian lahan untuk memberikan tantangan balap yang unik sekaligus sudut pandang menarik bagi para penonton.

Kepastian ini sekaligus mengakhiri penantian panjang benua Afrika sebagai tuan rumah F1. Terakhir kali balapan F1 digelar di benua tersebut terjadi pada 14 Maret 1993 di Sirkuit Kyalami, Afrika Selatan, yang kala itu dimenangi oleh pembalap asal Prancis, Alain Prost, bersama tim Williams-Renault. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *