
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Pemerintah Indonesia mengapresiasi perhatian dan tawaran bantuan dari Malaysia serta Singapura untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Indonesia memahami dampak karhutla yang turut dirasakan oleh negara-negara tetangga.
“Indonesia dalam hal ini mengapresiasi perhatian dan tawaran dukungan dari negara-negara sahabat berkenaan dengan penanggulangan karhutla di Indonesia,” ujar Yvonne saat dihubungi Media Indonesia, Senin (12/10).
Saat ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan lebih dari 60.000 personel. Selain kekuatan personel, sejumlah helikopter dan pesawat patroli juga diterjunkan untuk melakukan pemadaman melalui metode water bombing serta modifikasi cuaca.
Yvonne menambahkan, selain upaya teknis di lapangan, pemerintah juga fokus pada penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran. Namun, ia mengakui bahwa proses penanganan di lapangan masih menemui kendala serius, terutama terkait kondisi cuaca ekstrem dan jarak pandang yang terbatas.
Faktor cuaca dan jarak pandang tersebut kini menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menindaklanjuti tawaran bantuan internasional. Kemlu menegaskan bahwa setiap dukungan dari negara sahabat akan dikoordinasikan secara intensif melalui komunikasi antarpemerintah (G-to-G).
“Tawaran dukungan akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan serta jenis bantuan yang paling efektif untuk mendukung penanganan kebakaran saat ini,” lanjutnya.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah Indonesia berharap pengendalian karhutla dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi dampak kabut asap lintas batas yang mengganggu wilayah kawasan Asia Tenggara secara signifikan. (Z-10)
