
KOALISI Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) secara resmi meluncurkan Jejaring Edukasi dan Jalinan Aksi Kepedulian Al-Quds (Jejakqu) di Provinsi Bangka Belitung. Peluncuran yang berlangsung pada Sabtu (10/10) ini menandai hadirnya cabang keempat Jejakqu di Indonesia, menyusul kesuksesan pembentukan KPSP Sumatera Utara, PELITA Depok, dan ALMI Jawa Barat.
Peresmian ini dirangkai dengan kegiatan tabligh akbar selama dua hari yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran Jejakqu diharapkan menjadi wadah strategis bagi perempuan di Negeri Serumpun Sebalai untuk berkontribusi nyata bagi perjuangan Palestina.
Edukasi dan Ukhuwah di Hari Pertama
Pada hari pertama, Sabtu (10/10), tabligh akbar digelar di Auditorium Sofyan Tsauri, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Mengusung tema “Meneguhkan Jejak Kepedulian, Menguatkan Ukhuwah untuk Palestina dan Indonesia”, acara ini merupakan kolaborasi antara KPIPA, Jejakqu, dan Komunitas Mata Pena.
Ketua KPIPA, Dr. Nurjanah Hulwani, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan biasa, melainkan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan perjuangan umat Islam. Ia mengajak sekitar 400 peserta yang hadir untuk terus membersamai rakyat Palestina melalui tiga pilar aksi: doa, edukasi, dan donasi.
Ketua Jejakqu Bangka Belitung yang baru dilantik, Lia Syafitri, menegaskan visi lembaga ini. “Jejakqu bukan sekadar perkumpulan, melainkan rumah besar bagi perempuan Bangka Belitung untuk belajar, saling menguatkan, dan menghadirkan aksi nyata untuk Al-Quds,” ujarnya.
| Waktu | Lokasi | Tema Utama |
|---|---|---|
| Sabtu, 10 Oktober | Auditorium Univ. Muhammadiyah Babel | Meneguhkan Jejak Kepedulian & Ukhuwah |
| Minggu, 11 Oktober | Rumah Dinas Bupati Bangka | Al-Qur’an Sumber Keteguhan Gaza |
Rahasia Keteguhan Gaza di Hari Kedua
Memasuki hari kedua, Minggu (11/10), antusiasme masyarakat tidak surut. Bertempat di rumah dinas Bupati Bangka, tabligh akbar bertajuk “Al-Qur’an Sumber Keteguhan Gaza” digelar dengan melibatkan ODOJ Bangka Belitung, Pemkab Bangka, GOW, serta berbagai komunitas lainnya.
Nurjanah kembali memaparkan tausiyah mendalam mengenai rahasia keteguhan rakyat Gaza di tengah blokade dan kehancuran. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menjaga mentalitas pejuang di Gaza: kecintaan pada tanah air, kedekatan dengan Al-Qur’an, dan keteguhan iman dalam menghadapi perang pemikiran (ghazwul fikri).
“Di tengah keterbatasan air dan pangan, kedekatan dengan Al-Qur’an menjadi penguat iman yang luar biasa. Tradisi menghafal Al-Qur’an tetap terjaga meski dalam kondisi perang,” ungkap Nurjanah.
Aksi Nyata dan Dukungan Pemerintah
Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari birokrasi. Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, serta Bupati Bangka, Fery Insani, turut memberikan apresiasi. Fery Insani mengajak masyarakat untuk istiqamah dalam beribadah dan menuntut ilmu sebagai fondasi kepedulian sosial.
Solidaritas di lapangan ditunjukkan secara konkret oleh Komunitas Matapena. Lulu, perwakilan komunitas tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai penggalangan dana kreatif.
- Penjualan barang layak pakai (preloved).
- Aktivitas berjualan di Pasar Baturusa.
- Penjualan kue dan makanan ringan.
- Komitmen: 100% hasil penjualan dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan Palestina.
Menutup rangkaian acara, Diny Harlina dari ODOJ Bangka Belitung mengingatkan jamaah untuk selalu meniatkan setiap interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bentuk ibadah sekaligus dukungan spiritual bagi saudara-saudara di Palestina. Peluncuran Jejakqu ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi perempuan di Bangka Belitung untuk terus menebarkan kebaikan secara konsisten. (Z-1)
