
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cirebon resmi memperpanjang status Kesiapsiagaan Bencana kekeringan di wilayahnya. Keputusan ini diambil meski intensitas hujan mulai meningkat di beberapa titik di Kabupaten Cirebon.
Analis Kebencanaan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Juwanda, menjelaskan bahwa perpanjangan status ini sangat diperlukan karena distribusi hujan yang terjadi saat ini belum merata.
“Perpanjangan status tetap diperlukan meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Untuk saat ini hujan sudah terjadi, tapi belum merata, sebagian wilayah sudah diguyur hujan namun daerah lainnya masih mengalami kekeringan,” ujar Juwanda, Minggu (11/10).
Juwanda menambahkan, kebijakan ini juga selaras dengan arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Secara administratif, Pemkab Cirebon biasanya menetapkan SK Siaga Kekeringan mulai 1 Mei hingga 31 Oktober setiap tahunnya. Namun, adanya kebijakan dari tingkat provinsi membuat penyesuaian durasi status kesiapsiagaan dilakukan hingga akhir bulan ini.
Distribusi Air Bersih Terus Berjalan
Di tengah perpanjangan status tersebut, BPBD Kabupaten Cirebon memastikan pelayanan distribusi air bersih bagi warga terdampak tetap menjadi prioritas. Penyaluran air dilakukan secara intensif berdasarkan permohonan dari pemerintah desa yang mengalami krisis air bersih.
“Kami berharap perpanjangan status kesiapsiagaan hingga akhir Oktober menjadi langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon,” tambahnya.
Dampak El Nino Lebih Parah
Berdasarkan evaluasi BPBD, musim kemarau tahun ini memiliki karakteristik yang berbeda. Meski durasinya tidak tergolong panjang, tingkat kekeringan yang dirasakan masyarakat dinilai jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini memicu berbagai persoalan serius, mulai dari kesulitan akses air bersih, kekeringan pada lahan pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan. Juwanda menyebut fenomena El Nino menjadi faktor utama di balik kondisi ini.
“Jadi bukan kemaraunya yang panjang, tapi kekeringannya yang parah dibandingkan tahun sebelumnya akibat pengaruh dari El Nino, itu menurut BMKG,” jelas Juwanda.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kabupaten Cirebon terus mempertahankan langkah antisipasi dan melakukan pemantauan rutin terhadap wilayah-wilayah terdampak guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga musim kemarau benar-benar berakhir. (H-2)
