
Aktris Luna Maya mengungkapkan alasan di balik keputusan besarnya untuk membangun ulang rumah miliknya di Bali yang sempat mengalami kerusakan parah. Properti tersebut bukanlah aset baru, melainkan bangunan lama yang telah dimilikinya sejak tahun 2011 namun sempat terbengkalai selama beberapa tahun terakhir.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Oktober 2026, Luna menjelaskan bahwa kondisi bangunan memburuk secara signifikan saat pandemi Covid-19 berlangsung. Rumah yang sebelumnya difungsikan sebagai aset sewaan tersebut tidak lagi terawat karena lama tidak ditempati, sehingga mengalami kerusakan struktural yang cukup serius.
Kondisi Bangunan tidak Layak Renovasi
Luna menyebutkan bahwa tingkat kerusakan pada properti tersebut sudah terlalu parah untuk sekadar menjalani renovasi biasa. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengambil langkah drastis dengan merobohkan bangunan lama dan mendirikan rumah baru dari awal di atas lahan yang sama.
| Tahun Kepemilikan | Sejak 2011 |
| Penyebab Kerusakan | Terbengkalai selama pandemi Covid-19 |
| Status Sebelumnya | Properti sewaan |
| Status Saat Ini | Hunian pribadi (Tempat singgah) |
Selain faktor kerusakan, alasan mobilitas menjadi pertimbangan utama Luna. Selama ini, ia kerap menginap di hotel setiap kali berkunjung ke Pulau Dewata untuk urusan pekerjaan maupun liburan singkat. Meskipun ibunya tinggal di Bali, lokasi rumah sang ibu berada di wilayah Bali bagian timur yang jaraknya cukup jauh dari pusat aktivitas Luna di kawasan Kuta dan Seminyak.
“Jika hanya berada di Bali selama satu atau dua hari, perjalanan menuju rumah ibu dinilai kurang praktis untuk mendukung mobilitas,” ungkap Luna. Dengan adanya rumah pribadi ini, ia kini memiliki tempat beristirahat yang lebih strategis tanpa harus selalu mengandalkan hotel.
Perubahan Fungsi Menjadi Hunian Keluarga
Setelah pembangunan selesai, Luna memastikan bahwa rumah tersebut tidak akan lagi disewakan kepada publik. Ia memilih mengubah fungsi properti tersebut menjadi hunian yang lebih personal, yang dipersiapkan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga dan teman-teman terdekat saat mereka berkunjung ke Bali.
Sebagai tanda selesainya pembangunan, Luna juga telah melaksanakan upacara melaspas, sebuah tradisi penyucian bangunan dalam adat Bali. Melalui langkah pembangunan ulang ini, Luna tidak hanya menyelamatkan aset lamanya yang terbengkalai, tetapi juga menciptakan ruang tinggal yang lebih sesuai dengan kebutuhan gaya hidupnya saat ini.
