Militer AS Serang Kapal Kargo Panama di Teluk Oman, Blokade Iran Memanas
Kapal induk AS, USS George Washington.(Dok. ANTARA/USS George H.W. Bush / Handout – Anadolu Agency /pri.)

KOMANDO Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal kargo berbendera Panama di Teluk Oman pada Sabtu (10/10/2026). Kapal tersebut diduga kuat berupaya melanggar blokade laut terhadap Iran yang saat ini diberlakukan oleh Washington.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, CENTCOM menjelaskan bahwa serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur dengan target spesifik pada bagian vital kapal untuk menghentikan pergerakannya.

“Pesawat tempur militer AS menyerang bagian buritan kapal M/V Ocean Monica berbendera Panama menggunakan amunisi presisi. Serangan ini melumpuhkan sepenuhnya sistem penggerak kapal tanpa melukai awaknya,” tulis CENTCOM dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Kronologi Pelumpuhan M/V Ocean Monica

Berdasarkan data CENTCOM, kapal M/V Ocean Monica terdeteksi berupaya melintasi perairan kawasan strategis tersebut setelah bertolak dari salah satu pelabuhan di Iran. Sebelum tindakan militer diambil, pihak AS mengklaim telah memberikan peringatan berulang kali kepada awak kapal.

Namun, karena peringatan tersebut diabaikan, militer AS memutuskan untuk melumpuhkan kapal di Teluk Oman guna memastikan kepatuhan terhadap blokade laut yang sedang berlangsung.

Eskalasi Konflik AS-Iran

Insiden ini merupakan kelanjutan dari ketegangan panjang yang kembali memuncak sejak awal tahun. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di wilayah Iran, yang kemudian memicu serangan balasan serupa dari pihak Teheran.

Meskipun sempat ada harapan perdamaian saat kedua negara menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan pada pertengahan Juni lalu, gencatan senjata tersebut tidak bertahan lama. Keduanya kembali saling melancarkan serangan yang membuat konflik tetap tidak terselesaikan hingga saat ini.

Dampak Ekonomi Global

Eskalasi militer di kawasan ini berdampak serius pada stabilitas ekonomi dunia. Konflik tersebut telah menghentikan sebagian besar pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi pasokan minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) global.

Akibat terganggunya jalur logistik energi ini, harga bahan bakar di berbagai negara dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, menambah beban inflasi di tingkat global. (Ant/Sputnik/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *