Pemerintah Prancis Janjikan Guru Tambahan, Pelajar Minta Alokasi Anggaran
Demo pelajar dan guru di Prancis(Dok.X Metro TV)

PEMERINTAH Prancis akhirnya merespons tuntutan pelajar setelah aksi demonstrasi menentang buruknya kondisi sistem pendidikan memasuki hari ke-10. Pemerintah Prancis menjanjikan tambahan guru pengganti dan perekrutan tenaga pengajar baru.

Meskipun demikian, para pelajar menilai itu belum menjawab tuntutan mereka. Pada Kamis (8/10), para pelajar sekolah menengah atas kembali memblokade sekolah dan berunjuk rasa di berbagai kota, termasuk Lille, Rennes, Nantes, Lyon, Toulon, dan Marseille. Di Paris, ribuan demonstran berbaris menuju Place de la Bastille di pusat kota.

Sekitar 25.000 pelajar memadati alun-alun di bagian timur ibu kota. Sejumlah demonstran memanjat monumen di tengah alun-alun yang memperingati Revolusi Juli Prancis 1830, sambil mengibarkan bendera tiga warna dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Guru Tambahan

Mengutip The Guardian, Jumat (9/10), Menteri Pendidikan Prancis Édouard Geffray mengatakan kepada televisi TF1 pada Kamis (8/10) malam bahwa pemerintah akan mengerahkan 3.000 guru pengganti ke sekitar 100 sekolah menengah atas yang mengalami kekurangan tenaga pengajar paling parah.  Pengerahan dijadwalkan berlangsung mulai Jumat hingga Selasa. Geffray juga akan mengizinkan perekrutan beberapa ratus guru baru.

Sementara itu, Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyampaikan pemerintah Prancis mengusulkan perubahan pada anggaran 2027 untuk menerjemahkan sebagian tuntutan pelajar menjadi kebijakan konkret, terutama terkait penggantian guru yang tidak dapat mengajar.

Ryad Rani, ketua salah satu serikat pelajar sekolah menengah atas, mengatakan pemerintah belum menyampaikan langkah konkret untuk menjawab tuntutan demonstran.

“Tidak ada langkah konkret sama sekali, tidak ada jawaban atas tuntutan kami,” tegas dia.

Sabrine Kharbach, dari organisasi pelajar lainnya menyampaikan demonstrasi akan terus berlangsung hingga pemerintah mengalokasikan 10 miliar euro untuk sekolah-sekolah di Prancis. Angka tersebut merupakan jumlah investasi yang dinilai mendesak oleh para pelajar dan sejumlah politikus sayap kiri. (Metrotvnews/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *