Gunung Anak Krakatau Erupsi Sore Ini, Sebaran Abu Menuju Barat Laut
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau(Dok.Kementerian ESDM)

BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Jumat (9/10) sore.

Erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat terjadi pada pukul 16.17 WIB. Dalam peristiwa tersebut, Gunung Anak Krakatau meluncurkan kolom abu dengan ketinggian mencapai 250 meter di atas puncak, atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut.

Detail Sebaran Abu Vulkanik

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa visualisasi kolom abu dari erupsi ini terlihat cukup jelas dengan intensitas yang signifikan.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah utara dan barat laut,” ujar Lana Saria dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum tertentu, namun rincian durasi gempa letusan masih dalam pemantauan berkelanjutan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Catatan Keamanan: Masyarakat, termasuk wisatawan dan nelayan, diimbau untuk mematuhi rekomendasi radius aman yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif dari Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran dan Kalianda.

Kondisi Terkini di Selat Sunda

Belum ada laporan sejauh ini mengenai dampak langsung terhadap pelayaran di Selat Sunda maupun aktivitas pemukiman di pesisir Lampung Selatan dan Banten. Namun, arah sebaran abu yang menuju utara dan barat laut menjadi perhatian bagi wilayah-wilayah yang berada di jalur lintasan angin tersebut.

Badan Geologi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi resmi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi Kementerian ESDM dan aplikasi Magma Indonesia. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *