Sindikasi 21 BPR Suntik Modal Rp24 Miliar
ilustrasi(Antara)

Sebanyak 21 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah menyalurkan pembiayaan sindikasi senilai Rp24 miliar kepada PT BPRS Amani Mulia Indonesia (Amani Bank). Dana tersebut disiapkan untuk memperkuat likuiditas bank dan mendukung pembiayaan program Rumah Rakyat Semesta.

Direktur Utama Amani Bank Endro Yuniaryo mengatakan, pembiayaan bersama tersebut memberikan tambahan modal kerja untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis bank. Ia menyebut dana yang diterima akan dikelola dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.

“Kepercayaan rekan-rekan BPR dan BPRS adalah amanah bagi kami. Modal kerja ini akan kami kelola dengan hati-hati dan kami salurkan untuk modal kerja , agar manfaatnya sampai kepada masyarakat,” ujarnya dikutip pada Jumat (9/10).

Akad pembiayaan sindikasi itu berlangsung di Kantor Pusat PT BPRS Jam Gadang (Perseroda), Bukittinggi, pada 30 September 2026. Pembiayaan tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap program LPEU MUI Rumah Rakyat Semesta.

Selain untuk mendukung program tersebut, dana sindikasi senilai Rp24 miliar juga akan dimanfaatkan Amani Bank untuk mempercepat pengembangan The Leaf Residence. Pengembangan aset properti itu menjadi salah satu bagian dari strategi bank dalam memperkuat arus kas dan likuiditas.

Sebelumnya, Amani Bank juga menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan KSI untuk mengoptimalkan aset properti menjadi sumber arus kas. Dengan tambahan pembiayaan sindikasi, bank menempuh dua jalur penguatan likuiditas, yakni optimalisasi aset dan pendanaan melalui kerja sama antarlembaga keuangan.

Endro mengatakan, dukungan dari puluhan BPR dan BPRS tersebut turut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di antara lembaga keuangan, khususnya dalam pembiayaan sektor riil dan kebutuhan masyarakat.

“Pembiayaan sindikasi ini memperkuat struktur likuiditas dan modal kerja Amani Bank. Dengan begitu, kami dapat lebih optimal menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung program Rumah Rakyat Semesta. Kami berterima kasih atas kepercayaan dan semangat gotong royong rekan-rekan BPR dan BPRS,” ujarnya.

Sebanyak 21 lembaga yang terlibat dalam sindikasi tersebut berasal dari sejumlah daerah. Mereka terdiri atas PT BPRS Jam Gadang, PT BPRS Khatulistiwa, PT BPRS Guguk Mas Makmur, PT BPRS LPN Taeh Baruh, PT BPRS Gajah Tongga, PT BPR Rangkiang Aua Denai, PT BPR Mutiara Pesisir, PT BPR Muaro Bodi, PT BPR Dana Amanah, dan PT BPRS Malibu.

Peserta lainnya adalah PT BPR Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman, PT BPR Pembangunan Kerinci, PT BPRS Carana Kiat Andalas, PT BPR Berkat Sejati, PT BPR Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel, PT BPR Dana Prima Mandiri, PT BPR Arsham Sejahtera, PT BPR Artatama Sejahtera, PT BPRS PNM Mentari, PT BPRS Al Masoem, serta PT BPRS Harum Hikmahnugraha.

Keterlibatan puluhan lembaga tersebut menunjukkan adanya kerja sama antar BPR dan BPRS dalam menyediakan pendanaan bagi kegiatan ekonomi. Ke depan, Amani Bank melihat peluang untuk memperluas kolaborasi, tidak hanya pada sektor perumahan, tetapi juga pembiayaan kegiatan produktif lainnya dengan pengelolaan risiko yang terukur. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *