Rahasia Pola Makan Harian Ahli Gizi: Dari Sarapan Sehat hingga Porsi Makan Malam
ilustrasi(Magnific)

MEMILIH menu makanan sehari-hari sering kali membingungkan, bahkan bagi sebagian orang awam. Namun, bagaimana sebenarnya para ahli gizi, yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pangan, mengatur pola makan mereka sendiri setiap hari? Mengutip berbagai sumber dan panduan dari para pakar nutrisi terkemuka dunia, berikut adalah intisari rutinitas makan harian mereka yang bisa Anda tiru.

Awali Hari dengan Nutrisi Otak dan Pencernaan

Banyak ahli gizi sepakat bahwa sarapan harus kaya akan nutrisi pelindung tubuh. Prof. Walter Willett dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, misalnya, rutin mengonsumsi blueberry segar dan segelas kecil jus jeruk setiap pagi untuk melindungi fungsi otak.

Sementara itu, Kelly Johnson, seorang ahli diet di Texas, memilih kombinasi yogurt tawar yang kaya probiotik, buah pir kaya serat, badam, dan sedikit madu antiinflamasi untuk menjaga kesehatan usus sekaligus memberikan energi seimbang di pagi hari.

Fokus Protein dan Pengaturan Kalori di Siang Hari

Saat memasuki waktu makan siang, para ahli diet umumnya menerapkan prinsip komponen protein yang tinggi, baik dari ayam, ikan, maupun tahu, guna menjaga massa otot, terutama seiring bertambahnya usia.

Selain itu, pengaturan jenis karbohidrat menjadi kunci penting. Sejumlah pakar menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks bertepung di awal hari sebagai sumber energi, lalu beralih ke sayuran berserat tinggi yang rendah kalori menjelang malam guna mencegah penumpukan berat badan berlebih.

Porsi Lebih Kecil dan Makanan Penutup yang Bijak

Untuk makan malam, porsi yang disajikan cenderung lebih kecil untuk menghindari risiko makan berlebihan sebelum beristirahat. Menu praktis seperti tumis ayam bersayuran atau salad ayam panggang menjadi pilihan favorit.

Menariknya, para ahli gizi tidak sepenuhnya melarang makanan penutup (dessert). Pilihan seperti beberapa potong cokelat hitam (dark chocolate) yang kaya antioksidan sering kali menjadi opsi sehat.

Sesekali menikmati hidangan penutup manis juga diperbolehkan asalkan dalam porsi wajar dan dinikmati bersama orang terkasih. Kunci utamanya tetap pada keberagaman makanan nabati yang menyenangkan dan seimbang.

(Theindependent/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *