
PERKEMBANGAN perdagangan digital membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar tanpa harus bergantung pada jaringan penjualan konvensional. Melalui pemanfaatan platform digital, pelaku usaha dapat membangun merek sendiri, menjangkau konsumen di berbagai daerah, sekaligus mengembangkan bisnis yang sebelumnya hanya berfokus pada perdagangan grosir.
Peluang tersebut juga dimanfaatkan pelaku usaha fesyen lokal yang mengembangkan bisnis melalui platform social commerce. Selain memperluas jangkauan pemasaran, strategi ini memungkinkan pelaku usaha berinteraksi lebih dekat dengan konsumen dan memahami kebutuhan pasar.
Salah satu contohnya adalah Keishop 392, merek fesyen wanita asal Jakarta yang berawal dari aktivitas perdagangan grosir pakaian pada 2020. Usaha yang didirikan Debby tersebut kemudian berkembang menjadi merek ritel mandiri dengan capaian penjualan lebih dari 10.000 produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Perjalanan bisnis Keishop 392 dimulai ketika pandemi covid-19 memberikan tantangan bagi aktivitas perdagangan. Dari pengalaman sebagai pedagang grosir, Debby melihat peluang untuk mengembangkan produk dengan karakter tersendiri agar dapat bersaing di pasar fesyen wanita.
Keishop 392 kemudian memfokuskan bisnis pada koleksi atasan, blus, dan tunik berbahan rayon dengan desain yang mengutamakan kenyamanan serta motif khas. Produk tersebut menyasar konsumen perempuan berusia 20 tahun ke atas, termasuk perempuan dewasa dan ibu rumah tangga yang membutuhkan pakaian untuk aktivitas sehari-hari.
Pendiri Keishop 392, Debby, mengatakan diferensiasi produk menjadi salah satu strategi utama dalam membangun bisnis. Menurut dia, pelaku usaha perlu memiliki ciri khas agar tidak hanya bersaing melalui harga maupun mengikuti tren yang sudah banyak beredar di pasar.
Karena itu, pengembangan motif dan pemilihan bahan menjadi perhatian dalam setiap koleksi yang dipasarkan. Dengan menggunakan bahan rayon dan potongan pakaian yang relatif longgar, perusahaan berupaya menghadirkan produk yang nyaman digunakan sekaligus tetap mengikuti perkembangan tren fesyen.
Strategi tersebut juga diarahkan untuk menjangkau konsumen segmen menengah yang mencari pakaian dengan harga terjangkau. Selain pengembangan produk, pemasaran digital menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis.
Keishop 392 memanfaatkan platform social commerce, termasuk TikTok, untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen di berbagai daerah.
“Strategi pemasaran digital juga menjadi pendorong utama pertumbuhan jenama ini. Melalui pemanfaatan platform social commerce seperti TikTok, produk blouse rayon Keishop 392 mendapat sambutan hangat dari pasar digital,” kata Debby.
Pemanfaatan platform digital tersebut membantu perusahaan memperluas jangkauan pemasaran dari aktivitas perdagangan grosir menjadi penjualan ritel kepada konsumen akhir.
Hingga saat ini, Keishop 392 mencatatkan penjualan lebih dari 10.000 produk ke berbagai wilayah Indonesia. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan usaha sejak didirikan pada 2020.
Eksposur produk juga diperoleh melalui penggunaan koleksi Keishop 392 oleh figur publik, salah satunya Gopi Sutini.
Di tengah persaingan bisnis fesyen yang ketat, Debby menilai kepercayaan pelanggan merupakan salah satu faktor penting dalam mempertahankan keberlanjutan usaha.
Pengalamannya berinteraksi langsung dengan pembeli ketika menjalankan perdagangan grosir membentuk pendekatan bisnis yang menekankan kejujuran dan keterbukaan informasi produk.
Menurut dia, kesesuaian antara deskripsi produk yang ditampilkan di platform digital dan barang yang diterima konsumen menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Hal tersebut terutama relevan dalam perdagangan daring, ketika konsumen tidak dapat melihat dan mencoba produk secara langsung sebelum melakukan pembelian.
Selain memperluas pasar, pertumbuhan Keishop 392 juga diikuti upaya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Perusahaan melibatkan tenaga kerja lokal, termasuk perempuan, dalam aktivitas usaha dan ekosistem produksinya. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan bisnis yang memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Ke depan, Keishop 392 berencana memperluas jangkauan pemasaran di Indonesia sekaligus menambah variasi produk pakaian wanita.
Pengembangan desain, pemilihan material, serta penyesuaian produk dengan kebutuhan konsumen tetap menjadi fokus perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar.
“Menatap masa depan, Keishop 392 bersiap untuk memperluas jangkauan pasarnya di seluruh Indonesia dengan terus menambah variasi lini produk pakaian wanita. Inovasi desain dan pemilihan material berkualitas akan tetap menjadi prioritas utama untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujar Debby.
Bagi Debby, pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan, tetapi juga kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan dan membangun bisnis secara berkelanjutan.
Perjalanan Keishop 392 memperlihatkan bagaimana pengalaman berdagang, pengembangan produk yang memiliki ciri khas, dan pemanfaatan pemasaran digital dapat menjadi modal bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Di sisi lain, pertumbuhan usaha lokal juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi, seiring meningkatnya akses pelaku usaha terhadap konsumen melalui platform digital. (E-1)
