
PENYITAS gempa bumi di Desa Waso, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mulai menempati Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. Kehadiran hunian ini mengakhiri masa sulit warga yang sebelumnya terpaksa bertahan di dalam tenda darurat beralaskan terpal.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa pembangunan Huntara ini merupakan komitmen lembaga untuk membantu masyarakat terdampak bencana agar segera pulih. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang lebih manusiawi dan aman bagi para korban.
“Kami berharap Huntara dan fasilitas yang dibangun ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta membangkitkan kembali semangat para korban untuk menata kehidupan pascabencana,” ujar Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10).
Salah satu penerima manfaat, Jalaluddin (33), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Ia mengaku kondisi Huntara jauh lebih layak dibandingkan tenda terpal yang ia tempati bersama keluarganya sejak gempa melanda wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, bantuan dari Baznas ini sangat membantu kami mendapatkan hunian. Walaupun ini hunian sementara, ini sangat layak bagi kami. Sebelumnya kami hidup di dalam tenda beralaskan terpal,” kata Jalaluddin.
Selain hunian, Baznas juga menyalurkan berbagai bantuan logistik seperti sembako dan membangun fasilitas umum. Jalaluddin menambahkan bahwa kehadiran musala dan bantuan pangan sangat meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Waso yang masih dalam tahap pemulihan.
Program pemulihan pascabencana oleh Baznas RI di Manggarai Timur ini mencakup pembangunan infrastruktur vital lainnya. Selain Huntara, Baznas juga menghadirkan masjid darurat, sekolah darurat, jembatan darurat, hingga pembuatan sumur bor untuk memastikan kebutuhan dasar penyintas gempa terpenuhi secara berkelanjutan. (Z-10)
