Tiongkok Kembali Tolak Penjualan Senjata AS ke Taiwan
Militer Taiwan.(AFP)

OTORITAS Tiongkok kembali menyatakan penolakannya terhadap penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan setelah Taipei menerima dua pesawat tempur F-16V Block 70 pertama dari total 66 unit yang dipesan dari Washington.

“Posisi Tiongkok jelas. Kami tetap teguh menentang penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam pernyataan tertulis pada Selasa (6/10) malam.

Dua jet tempur tersebut tiba pada Jumat di Pangkalan Udara Chihhang, Taitung, Taiwan bagian timur. Kedua pesawat sebelumnya berangkat dari Hawaii dan melakukan persinggahan di Guam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Taiwan.

Amerika Serikat menyetujui penjualan 66 unit F-16V beserta peralatan pendukungnya kepada Taiwan pada 2019. Nilai kesepakatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 8 miliar dolar AS. Guo kembali menegaskan posisi Beijing mengenai Taiwan.

“Masalah Taiwan adalah urusan internal Tiongkok,” sebutnya.

“Menyelesaikan masalah Taiwan adalah urusan warga Tiongkok sendiri yang tidak mentolerir campur tangan eksternal. Pihak AS perlu menerapkan pemahaman bersama yang penting yang dicapai pada pertemuan antara kedua presiden, mematuhi prinsip satu Tiongkok dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, dan bertindak bijaksana dalam masalah Taiwan,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan ketika Guo ditanya mengenai pandangan sejumlah pejabat AS yang menilai kemungkinan Tiongkok menyerang Taiwan sebelum 2028 semakin kecil.

Dalam kesempatan yang sama, Guo juga menanggapi penangkapan seorang perempuan asal California oleh FBI pada Minggu (4/10). Perempuan tersebut dituduh melakukan kegiatan mata-mata terhadap putra Presiden Taiwan William Lai Ching-te atas perintah pejabat Tiongkok.

“Saya tidak familiar dengan apa yang Anda sebutkan. Tiongkok menentang pencemaran nama baik Tiongkok dengan menyebarkan narasi yang disebut mata-mata Tiongkok,” ujar Guo.

Perempuan tersebut bernama Wanying Zhang, yang juga dikenal dengan nama Heather. Perempuan berusia 34 tahun asal Irvine itu ditangkap oleh kantor lapangan FBI Los Angeles berdasarkan pengaduan federal yang menuduhnya bertindak sebagai agen Tiongkok yang tidak terdaftar. Zhang ditahan di Bandara Internasional Los Angeles ketika hendak melakukan perjalanan menuju Tiongkok. (Anadolu/Fer/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *