
LIONEL Messi menyebut keputusan mengakhiri karier internasional bersama Argentina sebagai hari tersedih dalam perjalanan sepak bolanya. Pernyataan itu disampaikan setelah ia tampil dalam pertandingan terakhirnya bersama Albiceleste saat menang 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10) WIB.
Messi mencetak satu gol dan menyumbang dua assist dalam laga perpisahan tersebut. Seusai pertandingan, pemain 39 tahun itu berdiri di lapangan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada para suporter serta rekan-rekannya setelah menjalani 21 tahun karier bersama timnas Argentina.
“Sangat membanggakan bagi saya bisa membela seragam ini selama lebih dari 20 tahun,” kata Messi di hadapan penonton.
“Bahkan dalam masa-masa terburuk yang kami lalui dan yang saya alami, saya tidak pernah berhenti berjuang dan tidak pernah berhenti berada di sini,” lanjutnya.
Messi mengaku keputusan untuk tidak lagi memperkuat Argentina akan terasa berat. Ia bahkan mengatakan masih ingin bermain untuk timnas seumur hidup jika memungkinkan.
“Tidak datang lagi akan terasa sangat menyakitkan. Sungguh, saya ingin bermain seumur hidup karena bermain untuk timnas Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi kepada seorang pemain,” ujarnya.
Berlaga di Stadion Monumental membuat perpisahan Messi semakin emosional. Stadion tersebut menjadi lokasi pertandingan pertama Argentina setelah mereka merebut gelar Piala Dunia 2022. Namun, kali ini Messi datang ke Monumental untuk mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional.
Ia kemudian mengatakan akan tetap memberikan dukungan kepada generasi pemain Argentina berikutnya dari luar lapangan.
“Sekarang saya berada di sini pada hari tersedih dalam karier saya. Hari ketika saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional dan kepada kalian semua,” kata Messi.
“Mulai sekarang saya akan berada di sisi itu, bersama para suporter, mendukung semua pemain dan siapa pun yang datang. Kami akan selalu bersatu,” ujarnya.
Meski emosional, Messi menegaskan tidak menyesali keputusan untuk mengakhiri karier internasional pada saat ini. Ia menilai perjalanan Argentina di Piala Dunia terakhir telah menguras tenaga dan emosi. Argentina melaju hingga final sebelum kalah dari Spanyol. Dalam perjalanan menuju partai puncak, mereka juga harus melewati laga berat melawan Inggris di semifinal yang berakhir dengan kemenangan 2-1.
“Meski saya ingin berada di sini seumur hidup, saya merasa sekarang adalah waktunya. Piala Dunia terakhir terlalu berat, dengan semua yang harus saya jalani,” ujar Messi.
“Pada Piala Dunia terakhir kami sangat dekat. Kenyataannya, tidak ada sesuatu yang aneh seperti yang dikatakan orang-orang,” tutur Messi.
Menurut Messi, kondisi fisik timnas Argentina sudah berada di batas kemampuan ketika menghadapi laga-laga terakhir. Namun, ia tetap menilai para pemain telah memberikan seluruh kemampuan mereka.
“Kami tiba dengan kondisi yang hanya cukup untuk bertanding. Kami tetap berjuang seperti yang selalu kami lakukan ketika mengenakan seragam ini, bersama semua rekan yang pernah saya ajak berbagi pengalaman, termasuk mereka yang berada di sekitar tim ketika kami berhasil meraih kemenangan. Kami sudah sangat dekat,” pungkasnya. (E-4)
