
KAWASAN Karangsambung di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan sejarah geologi dan pergerakan tektonik purba yang menjadi kunci penting dalam menelusuri proses pembentukan Pulau Jawa. Di kawasan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan lebih dari 33.000 spesimen geodiversitas untuk mengkaji proses geologi dan pergerakan tektonik purba.
Batuan Jadi Sejarah Bumi
Karangsambung memiliki keragaman batuan yang terbentuk melalui berbagai proses geologi. Keberagaman tersebut menjadi bagian penting dalam menelusuri perubahan bumi yang terekam di kawasan tersebut.
Untuk membaca rekaman itu, penelitian terhadap batuan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pengamatan diawali secara megaskopis untuk melihat karakter fisik batuan secara langsung, kemudian dilanjutkan dengan analisis geokimia dan mikroskopis di laboratorium. Rangkaian analisis tersebut dilakukan untuk mengungkap rekam jejak lingkungan pada masa lalu.
Sejumlah spesimen di Karangsambung juga menjadi bukti proses geologi yang berkaitan dengan pembentukan Pulau Jawa. Di antaranya fosil Radiolaria pada batu rijang laut dalam, sekis mika yang berumur sekitar 117–125 juta tahun, serta batuan beku intrusi diabas dan lava bantal (pillow lava).
Keberadaan berbagai spesimen tersebut membuat koleksi geodiversitas Karangsambung dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk penelitian dan pembelajaran ilmu kebumian.
Rekam Tektonik hingga Pemetaan Patahan
Tekanan dari dalam bumi meninggalkan jejak pada lapisan sedimen di Karangsambung. Batuan yang semula terbentuk secara berlapis horizontal dapat mengalami patahan akibat gaya endogen. Perubahan tersebut menjadi rekaman penting untuk melihat kondisi geologi yang pernah berlangsung di kawasan itu.
Lapisan yang terpotong dapat membantu peneliti mengenali zona patahan dan bagian yang mengalami pergerakan. Rekaman tersebut kemudian dapat digunakan untuk memetakan titik-titik yang berpotensi rawan terhadap bahaya geologi, termasuk yang berkaitan dengan gempa bumi.
Struktur pada batuan juga menjadi bagian yang dikaji dalam upaya mitigasi bencana. Informasi mengenai patahan dan pergerakan yang terekam pada lapisan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi geologi suatu wilayah.
Karangsambung telah digunakan sebagai kampus lapangan ilmu kebumian sejak 1964. Kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong pada 2018. Koleksi geodiversitas di kawasan itu terus dimanfaatkan sebagai sumber data penelitian dan pembelajaran ilmu kebumian.
(BRIN/P-4)
