Len Techno Day 2026 Dorong Kemandirian Teknologi Strategis dari Riset hingga Industrialisasi
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal (kiri), Dirut PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan (berjas), CTO BPI Danantara, Sigit Puji Santosa (tengah), dan Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata.(Dok.Istimewa)

KEMANDIRIAN Indonesia di masa depan semakin bergantung pada kemampuan menguasai teknologi strategis, bukan sekadar menjadi pengguna, tetapi mampu melakukan riset, merancang, mengembangkan, mengintegrasikan hingga mengindustrialisasikannya untuk menjawab kebutuhan nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan PT Len Industri (Persero) melalui Len Techno Day 2026 bertema Future of Defence Electronics yang digelar di ITB Innovation Park Bandung Technopolis, Rabu (7/10).

Memasuki usia ke-35, Len menjadikan forum tersebut sebagai ruang mempertemukan pemerintah, TNI, Danantara, BUMN, akademisi, industri, peneliti, technology partners, dan media. Sekitar 150 penggerak ekosistem teknologi hadir untuk membahas kebutuhan strategis, perkembangan teknologi, riset, talenta, kemampuan rekayasa, hingga industrialisasi.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menyatakan perjalanan 35 tahun Len menjadi fondasi untuk memperkuat kapabilitas teknologi nasional.

“35 tahun perjalanan bukan hanya tentang lamanya kami hadir, tetapi tentang bagaimana teknologi dan kemampuan rekayasa yang kami bangun dapat menjawab kebutuhan strategis Indonesia. Ke depan, tantangannya adalah memastikan kemampuan tersebut terus berkembang menjadi kapabilitas yang dapat kita kuasai, kembangkan, integrasikan, dan industrialisasikan secara semakin mandiri,” ungkapnya.

Menurut Joga, masa depan teknologi Indonesia membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan research, talent, engineering, investment, industry, dan end-user needs. Karena itu, pengembangan teknologi pertahanan tidak dapat dipisahkan dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan teknologi nasional.

Empat Teknologi Strategis

Len Techno Day 2026 mengangkat empat pilar teknologi strategis, yakni semikonduktor, artificial intelligence (AI), radar technology, serta satellite and remote sensing. Semikonduktor menjadi fondasi berbagai perangkat elektronika, baik untuk kebutuhan pertahanan maupun nonpertahanan. 

Sementara itu, AI dinilai berperan dalam meningkatkan efisiensi dan otomasi melalui penerapan Agentic AI, Generative AI, computer vision, dan Natural Language Processing (NLP). Di bidang radar, teknologi tersebut mendukung kemampuan deteksi dan surveillance, antara lain melalui Radar GCI, Radar Arhanud, dan Radar Weapon Locating. Teknologi serupa juga memiliki aplikasi nonpertahanan seperti radar cuaca dan radar coastal.

Adapun teknologi satelit dan remote sensing mendukung pemantauan wilayah melalui imagery intelligence system untuk kebutuhan pertahanan sekaligus mitigasi bencana, seperti kebakaran hutan, banjir, dan gempa. Keempat teknologi tersebut diarahkan untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional mulai dari riset dan rekayasa hingga integrasi serta industrialisasi.

Dari Riset Menjadi Kapabilitas

CTO BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menilai Len memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan (research and development/R&D), serta talenta.

“Kehadiran ITB Innovation Park dapat menjadi titik temu atau melting pot antara industri dan R&D, sehingga mempercepat kolaborasi dan pengembangan kapabilitas teknologi nasional,” terangnya 

Sigit menyebut, penguatan ekosistem tersebut juga membuka peluang bagi Danantara untuk mendorong sinergi antara industri, investasi, R&D, dan pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi.

“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kami menargetkan pelatihan sedikitnya 15.000 talenta di bidang semiconductor sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang mendukung pengembangan industri teknologi nasional,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal menekankan pentingnya kesinambungan antara pendidikan, riset, pengembangan talenta, dan kebutuhan industri.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun talenta, riset, dan inovasi yang menjadi fondasi pengembangan teknologi nasional. Kolaborasi yang erat antara kampus, industri, pemerintah, dan mitra teknologi perlu terus diperkuat agar hasil riset dapat berkembang menjadi teknologi yang siap diterapkan dan diindustrialisasikan,” paparnya.

BUMN Penggerak Kedaulatan Teknologi

Sementara itu Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata menilai BUMN memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kebijakan, kebutuhan nasional, kemampuan industri, dan investasi teknologi.

“Kedaulatan teknologi menjadi bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, penguasaan dan pengembangan kapabilitas teknologi strategis harus terus didorong agar Indonesia mampu menjadi negara maju dan memiliki kemandirian dalam menjaga kepentingan nasional,” kata Tedi.

Dalam forum tersebut, Len juga menampilkan kapabilitas ekosistemnya yang tidak hanya bergerak di sektor pertahanan. Len Incorporated, sebagai bagian dari ekosistem Len di sektor nonpertahanan, turut menunjukkan bagaimana kompetensi seperti teknologi digital, engineering, sensing, connectivity, data, dan system integration dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan. Pendekatan lintas sektor tersebut dinilai penting karena teknologi yang dikembangkan untuk kebutuhan pertahanan memiliki potensi penerapan pada sektor sipil dan kebutuhan nasional lainnya.

Melalui Len Techno Day 2026, Len mendorong kolaborasi antara pemerintah, TNI, industri, akademisi, lembaga riset, mitra teknologi, dan entitas dalam ekosistem Len. Langkah itu diarahkan agar penguasaan teknologi tidak berhenti pada kemampuan riset, tetapi berlanjut menjadi kapabilitas, menghasilkan nilai strategis, memiliki skala penerapan, dan pada akhirnya dapat diindustrialisasikan di dalam negeri.

Bagi Len, perjalanan 35 tahun menjadi pijakan untuk memasuki tahap berikutnya: memperkuat ekosistem teknologi nasional dari penguasaan teknologi menuju kapabilitas, dari kapabilitas menuju industrialisasi, dan dari ekosistem menuju kemandirian teknologi Indonesia. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *