Suriah Ungkap Jaringan Terkait Hizbullah yang Disebut Siapkan Serangan Roket
ilustrasi: Tentara Libanon berdiri di samping truk yang membawa peluncur roket ganda setelah menyitanya di desa selatan, Shouayya.(AFP/Mahmoud Zayyat)

KEMENTERIAN Dalam Negeri Suriah pada Selasa (29/9) mengatakan otoritas negara tersebut telah membongkar sebuah sel beranggotakan tiga orang yang disebut memiliki hubungan dengan kelompok Hizbullah Libanon di Provinsi Daraa, wilayah selatan Suriah.

Kementerian menyatakan Direktorat Intelijen Umum, bekerja sama dengan pasukan keamanan internal, menangkap ketiga tersangka dalam sebuah operasi di kawasan Cekungan Yarmouk, Daraa bagian barat.

Menurut pernyataan kementerian, operasi penangkapan dilakukan setelah aparat memantau aktivitas yang disebut sebagai upaya kelompok tersebut memasang peluncur roket untuk melancarkan serangan yang bertujuan mengganggu keamanan.

Otoritas Suriah mengatakan perangkat peluncur roket yang ditemukan telah dibongkar sepenuhnya. Sementara itu, proses penyelidikan terhadap para tersangka masih berlangsung sebelum kasus tersebut diserahkan kepada otoritas kehakiman.

Kementerian Dalam Negeri Suriah tidak menjelaskan sasaran yang diduga menjadi target serangan. Mereka juga tidak mengungkapkan jumlah peluncur roket yang ditemukan dalam operasi tersebut.

Hingga pukul 20.00 waktu setempat, belum ada pernyataan langsung dari Hizbullah mengenai klaim yang disampaikan otoritas Suriah.

Dekat Perbatasan Israel

Cekungan Yarmouk berada di bagian barat Provinsi Daraa, tidak jauh dari garis pemisahan dengan Israel.

Penangkapan tersebut menambah rangkaian tindakan keamanan yang dilakukan otoritas Suriah terhadap aktivitas yang mereka kaitkan dengan penyelundupan senjata dan jaringan bersenjata di wilayah perbatasan.

Sebelumnya, pada 16 Juli, otoritas Suriah mengatakan telah menggagalkan upaya penyelundupan pengiriman senjata canggih melalui perbatasan Suriah-Irak.

Berdasarkan penyelidikan awal, pengiriman senjata tersebut disebut ditujukan untuk melewati wilayah Suriah menuju Libanon dan kemudian diserahkan kepada Hizbullah, menurut pihak berwenang Suriah. (Anadolu/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *