Awas Keliru! Gejala Kebingungan pada Lansia Bisa Jadi Tanda Pneumonia yang Harus Diwaspadai
ilustrasi(Magnific)

PNEUMONIA umumnya dikenal sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan yang menyerang organ paru-paru. Namun, pada lansia, kondisi ini memiliki kaitan dengan perubahan kondisi tubuh yang kerap disalahartikan sebagai pikun. Lantas, apa sebenarnya pneumonia dan mengapa infeksi pada paru-paru dapat berkaitan dengan kondisi tersebut?

Mengenal Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang paru-paru dan menyebabkan peradangan pada kantung udara atau alveolus. Kantung udara tersebut dapat terisi cairan atau nanah sehingga fungsi paru-paru dalam membantu pernapasan menjadi terganggu.

Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Infeksi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti batuk, demam, menggigil, nyeri dada, hingga kesulitan bernapas.

Pada kondisi tertentu, pneumonia dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Salah satunya adalah gagal napas, yang dapat memengaruhi pasokan oksigen ke dalam tubuh.

Gagal Napas akibat Pneumonia

Gagal napas merupakan salah satu komplikasi pneumonia yang serius. Kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal sehingga pasokan oksigen ke tubuh menurun dan kadar karbon dioksida dapat meningkat.

Ketika mengalami gagal napas, keseimbangan asam dan basa dalam tubuh dapat terganggu sehingga memengaruhi fungsi berbagai organ. Penderita dapat membutuhkan tambahan oksigen melalui masker atau bantuan ventilator untuk membantu pernapasan.

Gagal napas juga dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti merasa tidak mendapatkan udara yang cukup, napas cepat, detak jantung tidak teratur, kulit atau bibir kebiruan, kelelahan, gelisah, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.

Pada lansia, kebingungan yang muncul bersama kondisi tersebut perlu diperhatikan dan tidak langsung dianggap sebagai tanda pikun. Perubahan kesadaran dapat menjadi bagian dari kondisi serius yang menyertai pneumonia sehingga gejala lain yang muncul perlu turut diperhatikan.

Pencegahan Pneumonia

Mengingat pneumonia dapat berkembang menjadi kondisi serius, upaya pencegahan penting dilakukan dengan mengurangi risiko infeksi yang dapat menyerang paru-paru. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

Melengkapi vaksinasi

Vaksin tersedia untuk membantu mencegah beberapa jenis pneumonia dan flu. Status vaksinasi dapat diperiksa bersama dokter untuk mengetahui vaksin yang sesuai.

Menjaga kebersihan dan menghindari rokok

Mencuci tangan secara rutin atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol dapat membantu melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan. Tidak merokok juga penting karena rokok dapat merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi.

Menjaga daya tahan tubuh

Tidur cukup, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan sehat dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat.

(Mayo Clinic/Siloam Hospitals/Primaya Hospital/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *