PVMBG Larang Aktivitas Wisatawan Radius 2 Km dari Gunung Ile Lewotolok
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) berstastu waspada.(Dok. Antara)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan larangan keras bagi wisatawan maupun pendaki untuk beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Larangan ini menyusul kondisi gunung yang saat ini masih berada pada status Waspada.

Pengamat Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengungkapkan bahwa rekomendasi tersebut rutin disampaikan dalam setiap laporan berkala. Namun, ia menyayangkan masih adanya pendaki yang mengabaikan aturan keselamatan tersebut dengan tetap memasuki zona terlarang.

“Sesuai rekomendasi, tidak boleh beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Meski sudah dilarang, masih ada wisatawan atau pendaki nakal yang beraktivitas di radius tersebut,” ujar Stanislaus saat dihubungi dari Kupang, Selasa (29/9).

Menurut Stanislaus, aktivitas di permukaan gunung saat ini tergolong cukup tinggi. Hal ini sangat membahayakan keselamatan jiwa jika ada manusia yang berada di dalam radius bahaya. Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan ini akan menjadi tanggung jawab pribadi pendaki jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jika terjadi sesuatu, itu di luar tanggung jawab kami. Namun, tindakan nekat tersebut nantinya akan menyusahkan banyak pihak,” tambahnya.

Sejalan dengan rekomendasi PVMBG, Pemerintah Kabupaten Lembata juga telah memperketat pembatasan aktivitas masyarakat di kawasan rawan bencana. Bupati Lembata, Kanisius Tuaq, melalui surat edaran resmi, telah menunda sementara berbagai kegiatan adat dan budaya yang melibatkan keramaian massa.

Salah satu agenda besar yang terdampak adalah Pesta Kacang, yang pelaksanaannya ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut berdasarkan rekomendasi Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA)-PVMBG. Langkah ini diambil sebagai mitigasi untuk melindungi warga dari ancaman erupsi, awan panas, lontaran material, gas beracun, hingga potensi lahar hujan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi seluruh arahan teknis guna menghindari risiko fatal akibat peningkatan aktivitas vulkanik di gunung api tersebut. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *