Underwriting dan Bisnis Anak Usaha Menguat Jadi Penopang Laba
Kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) pada semester I 2026 mendapat dorongan dari dua sisi, hasil bisnis asuransi dan pendapatan anak usaha nonasuransi.(Dok. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia)

KINERJA PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) pada semester I 2026 mendapat dorongan dari dua sisi, hasil bisnis asuransi dan pendapatan anak usaha nonasuransi.

Kedua sumber pendapatan tersebut sama-sama mencatatkan pertumbuhan dua digit. Kombinasi ini membuat laba perusahaan pada paruh pertama tahun ini melonjak jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hasil jasa asuransi TUGU mencapai Rp602,9 miliar pada enam bulan pertama tahun ini. Nilainya meningkat 85,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan hasil jasa asuransi disebut menunjukkan penguatan kinerja underwriting, yakni kegiatan perusahaan dalam menyeleksi, menerima, dan mengelola risiko yang diasuransikan.

Hasil jasa asuransi pada dasarnya menggambarkan selisih antara pendapatan dari kontrak asuransi dan beban yang timbul untuk menjalankannya, termasuk klaim yang dibayarkan. Semakin baik perusahaan memilih risiko dan menetapkan harga premi, semakin besar hasil yang dapat diperoleh.

Kontribusi lain datang dari kegiatan usaha di luar asuransi. Pendapatan usaha lainnya, termasuk dari bisnis penyewaan dan survei yang dijalankan oleh PT Pratama Mitra Sejati (PMS) dan PT Synergy Risk Management Consultants mencapai Rp321,3 miliar.

Angka tersebut tumbuh 24,6% secara tahunan. Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa anak usaha nonasuransi turut menyumbang pada kinerja TUGU di tengah penguatan bisnis utamanya.

Kehadiran sumber pendapatan di luar asuransi memberi manfaat diversifikasi. Ketika bisnis asuransi menghadapi tekanan, misalnya akibat klaim besar, pendapatan dari lini usaha lain dapat membantu menjaga stabilitas kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Gabungan kedua penopang tersebut mendorong laba bersih TUGU menjadi Rp480,3 miliar pada semester I 2026, melonjak 76,8% dibandingkan semester I 2025.

Capaian semester I juga sudah melampaui separuh proyeksi laba bersih setahun penuh yang disusun Trimegah Sekuritas, yakni Rp790 miliar untuk 2026. Pada 2025, laba bersih perusahaan tercatat sekitar Rp712 miliar.

Peningkatan laba membuka peluang perbaikan tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE), ukuran kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal yang dimiliki.

Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim memproyeksikan ROE TUGU naik dari 7,7% pada 2025 menjadi 8,2% pada 2026. Dalam proyeksinya, angka tersebut terus meningkat hingga 9,0% pada 2028.

Perbaikan ROE menjadi relevan bagi investor karena menunjukkan pertumbuhan laba yang lebih kuat terhadap basis ekuitas perusahaan. Trimegah juga memperkirakan laba usaha TUGU meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk mempertahankan tren itu, TUGU perlu menjaga kualitas underwriting sembari mengembangkan kontribusi anak usaha. Kinerja semester II akan menunjukkan sejauh mana penguatan pada paruh pertama dapat berlanjut.

Sejumlah faktor tetap perlu dicermati, antara lain potensi klaim besar yang dapat muncul sewaktu-waktu, kondisi pasar keuangan yang memengaruhi hasil investasi, serta tingkat persaingan di pasar asuransi umum. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *