Cara Baca Buku yang Benar: Tips agar Paham dan tidak Cepat Lupa
Ilustrasi.(Magnific)

BANYAK orang sering mengeluhkan masalah yang sama saat membaca buku: sudah membaca berlembar-lembar, tetapi merasa tidak menangkap apa-apa. Masalah lain ialah cepat lupa dengan isi bacaan segera setelah menutup buku atau gagal menemukan insight yang dibicarakan orang lain mengenai buku tersebut.

Dalam diskusi di kanal Malaka Books, Kania Cita dan Abigel (Eby) membedah fenomena ini. Ternyata, membaca bukan sekadar aktivitas melihat kata-kata, melainkan keterampilan yang melibatkan pilar-pilar tertentu agar informasi dapat terserap dengan baik.

Mengapa Kita Gagal Memahami Bacaan?

Kania menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama seseorang gagal memahami buku ialah masalah prasyarat (prerequisite). Dalam dunia pendidikan, prasyarat berarti pengetahuan dasar yang harus dimiliki sebelum mempelajari hal yang lebih kompleks.

“Bisa jadi bacaan yang kamu baca itu levelnya ‘kalkulus’, sementara kamu belum selesai dengan operasi hitung dasar. Kamu butuh pengetahuan A, B, dan C untuk mengerti isi buku tersebut,” ujar Kania. Jika prasyarat ini tidak terpenuhi, pembaca akan merasa asing dengan istilah atau konteks yang dibahas, sehingga otak gagal memproses informasi secara utuh.

Tiga Pilar Utama Keterampilan Membaca

Selain faktor pengetahuan dasar, ada tiga pilar teknis yang menentukan keberhasilan seseorang dalam memahami bacaan:

  1. Skill Bahasa: Memahami tata bahasa (grammar) dan kosakata. Jika membaca buku berbahasa Inggris tingkat lanjut atau buku sastra dengan diksi yang berat tanpa penguasaan bahasa yang cukup, pemahaman pasti akan terhambat.
  2. Skill Penalaran (Logika): Kemampuan untuk melihat hubungan antarinformasi. Pembaca harus mampu memahami apakah suatu pernyataan mendukung atau membantah argumen lain. Tanpa logika yang kuat, pembaca sering kali salah menangkap kesimpulan penulis.
  3. Memori: Kemampuan untuk mengingat informasi yang dibaca di bab sebelumnya. Sering kali, penulis mendefinisikan satu istilah di awal buku dan merujuknya kembali di bab tengah. Jika pembaca lupa definisi awal, bab-bab selanjutnya akan terasa membingungkan.

Tips Praktis Membaca Lebih Efektif

Untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa latihan yang bisa diterapkan agar proses membaca menjadi lebih produktif:

  • Rangkum dalam Satu Kalimat: Cobalah merangkum satu bab atau satu buku penuh hanya ke dalam satu kalimat yang akurat. Ini melatih kemampuan ekstraksi inti sari informasi.
  • Ajukan Pertanyaan Kritis: Buatlah setidaknya lima pertanyaan atau poin ketidaksetujuan terhadap isi buku. Ini memaksa otak untuk berinteraksi secara aktif dengan teks, bukan sekadar membaca pasif (autopilot).
  • Catat Terminologi Baru: Tuliskan kata-kata atau konsep baru yang ditemukan dan definisikan dengan bahasa sendiri. Menulis tangan sangat disarankan untuk memperkuat ingatan.
  • Cari Perspektif Pembanding: Untuk bacaan non-fiksi yang berat, cobalah mencari ulasan atau karya dari penulis lain yang memiliki pandangan berlawanan (antitesis) untuk memperluas cakrawala pemikiran.

Membaca sebagai Proses Latihan

Abigel menekankan bahwa tidak semua buku harus dibaca dengan cara yang sangat serius. Namun, untuk buku-buku yang memang ingin dipahami secara mendalam, dibutuhkan usaha ekstra.

“Jangan merasa bodoh jika merasa pening atau migrain saat membaca buku berat. Itu tandanya otak sedang bekerja keras membangun jalur pemikiran baru,” ungkapnya.

Pada akhirnya, manfaat membaca sering kali tidak dirasakan secara instan. Dampaknya mungkin baru muncul berminggu-minggu kemudian dalam bentuk perubahan perspektif, cara berkomunikasi yang lebih baik, atau meningkatnya attention span (rentang perhatian) di tengah gempuran konten durasi pendek di media sosial. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *