Di Hadapan Jurnalis AS, Presiden Iran Buka-bukaan soal Kabar Rencana Pembunuhan Trump
Presiden Iran Masoud Pezeshkian(AFP)

DI tengah status negaranya yang tengah berada dalam situasi perang dengan Amerika Serikat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan sesi tanya jawab bersama jurnalis internasional di sebuah hotel di Midtown Manhattan, New York. Di hadapan para awak media, Pezeshkian dengan tegas membantah tuduhan bahwa Teheran berencana membunuh Presiden Donald Trump.

“Tidak pernah menjadi posisi pemerintah Iran, baik secara terbuka maupun terselubung, untuk berupaya membunuh Trump atau anggota keluarganya,” ujar Pezeshkian di Hotel Millennium Hilton, sehari setelah menyampaikan pidatonya di Sidang Umum PBB.

Pernyataan ini merespons tuduhan Gedung Putih dan temuan intelijen AS mengenai ancaman pembunuhan terhadap Trump, yang sebelumnya sempat memicu ketegangan diplomatik serta dakwaan federal dari Departemen Kehakiman AS.

Media garis keras Iran telah berulang kali menampilkan konten yang mengancam nyawa Trump dan keluarganya. Selama acara pemakaman mendiang Khamenei pada bulan Juli, para loyalis rezim terlihat memegang poster bertuliskan “Bunuh Trump.” 

Trump secara terbuka membahas ancaman terhadap nyawanya tersebut, dengan mengatakan “Saya berada di daftar apa pun… sejauh ini, saya rasa saya sedikit beruntung, tapi mungkin itu tidak akan bertahan lama. Orang-orang ini adalah orang-orang jahat dan sakit,” kata Trump pada Juli lalu.

Bahas Krisis Ekonomi

Selain isu keamanan, Pezeshkian turut membeberkan kondisi domestik Iran yang terpuruk akibat sanksi ekonomi berat dari AS serta dampak perang. Ia menyebut sanksi tersebut sebagai “kampanye pembunuhan yang senyap” yang memicu lonjakan harga dan kelangkaan kebutuhan pokok. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Teheran tetap terbuka pada jalur negosiasi damai, asalkan kesepakatan didasarkan pada poin-poin yang adil.

Di sisi lain, Pezeshkian juga menepis spekulasi liar mengenai kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang sempat dikabarkan mengalami luka berat dalam serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu. Pezeshkian mengonfirmasi bahwa dalam pertemuan terakhir mereka, sang pemimpin tertinggi dalam kondisi “cukup sehat” dan masih aktif mengarahkan strategi negara.

(CNN/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *