Jangan Disepelekan, 5 Kebiasaan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar
Ilustrasi(Magnific.com)

KANKER usus besar dapat bermula dari polip, yaitu pertumbuhan jaringan abnormal yang muncul pada dinding usus besar. Seiring waktu, sebagian polip dapat berkembang menjadi kanker, meski tidak semua polip mengalami perubahan tersebut. Proses inilah yang membuat keberadaan polip perlu diperhatikan, terutama karena pada tahap awal penyakit dapat tidak menimbulkan gejala.

Ketika gejala umumnya muncul, tanda yang dapat dikenali antara lain adanya darah dalam tinja dan perubahan kebiasaan buang air besar. Kemungkinan terkena kanker kolorektal juga meningkat seiring bertambahnya usia. Berdasarkan data CDC, sekitar 93% kasus ditemukan pada orang berusia 45 tahun ke atas.

Selain usia, kondisi kesehatan dan gaya hidup juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami penyakit ini. Beberapa kebiasaan bahkan kerap dilakukan tanpa disadari dan dianggap sepele.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan:

  1. Sering Mengonsumsi Daging Olahan


    Daging olahan seperti bacon, ham, kornet, dan burger merupakan daging yang diasapi, diasinkan, atau diawetkan dengan bahan kimia tambahan. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker usus besar.


    Salah satu bahan pengawet yang terdapat pada beberapa produk daging olahan adalah natrium nitrit. Di dalam tubuh, zat ini dapat berubah menjadi senyawa nitrosamin yang berpotensi memicu kanker. Karena itu, semakin banyak daging olahan yang dikonsumsi, semakin perlu kebiasaan tersebut diperhatikan.

  2. Terlalu Banyak Makanan Tinggi Gula


    Permen, cake, dan minuman manis termasuk makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi. Jika masuk ke tubuh dalam jumlah berlebihan, asupan gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga obesitas.


    Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi salah satu kondisi yang berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan terkena kanker usus besar.

  3. Terlalu Sering Minum Alkohol


    Alkohol juga termasuk minuman yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker usus. Konsumsi minuman tersebut disebut sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker usus.


    Selain berkaitan dengan kanker usus, alkohol juga disebut dapat berdampak pada kesehatan jantung dan otak.

  4. Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Berkafein

    Kafein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan produksi asam di lambung sehingga menyebabkan refluks asam. Kondisi tersebut dapat disertai keluhan seperti mual dan diare.


    Refluks asam yang berlangsung dalam jangka panjang disebut dapat memicu kanker usus. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein dalam jumlah tinggi perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

  5. Jarang Bergerak dan tidak Menjaga Berat Badan


    Kurangnya aktivitas fisik dan tidak menjaga berat badan tetap sehat termasuk gaya hidup yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker kolorektal. CDC mencantumkan kurangnya aktivitas fisik dan berat badan yang tidak sehat sebagai faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko tersebut.


    Tubuh yang jarang bergerak juga dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan berat badan yang sehat. Karena itu, aktivitas fisik dan menjaga berat badan menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam mengurangi faktor risiko kanker usus besar.

 

Sumber: Ciputra Hospital, Centers for Disease Control and Prevention, WHO, Alodokter



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *