
HARAG cabai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan dalam kurun sebulan terakhir. Lonjakan harga cabai ini diduga kuat dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat dampak musim kemarau panjang yang mengganggu produktivitas lahan pertanian.
Pantauan di Pasar Muka, Cianjur, menunjukkan kenaikan harga cabai terjadi secara bertahap namun konsisten. Komoditas cabai merah tanjung, misalnya, yang semula dibanderol di kisaran Rp40 ribu per kilogram, kini melonjak dua kali lipat menjadi Rp80 ribu per kilogram.
“Cabai rawit domba juga naik, yang asalnya Rp50 ribu, sekarang jadi Rp80 ribu per kilogram. Cabai merah keriting juga naik dari Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp70 ribu,” ujar Risma (37), salah seorang pedagang sayuran di Pasar Muka, Kamis (24/9).
Risma menjelaskan bahwa tren kenaikan ini mulai terasa sejak satu bulan terakhir. Menurutnya, kondisi cuaca yang kering membuat pasokan dari tingkat petani berkurang, sehingga harga di pasar merangkak naik.
Selain cabai, beberapa komoditas sayuran lainnya juga ikut terdampak, di antaranya:
- Buncis: Naik dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.
- Sawi: Naik dari Rp6 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.
Meski mayoritas sayuran naik, Risma mencatat ada pengecualian pada komoditas bawang. “Untuk harga bawang justru sekarang turun,” tambahnya.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Konsumen cenderung mengurangi volume pembelian untuk menyiasati pengeluaran. Warga yang biasanya membeli satu kilogram cabai, kini rata-rata hanya membeli setengah kilogram saja.
Kondisi ini juga dikeluhkan oleh pedagang lain, Ahmad (37). Ia mengaku pendapatannya menurun drastis karena modal yang dikeluarkan untuk membeli stok semakin mahal, sementara minat beli masyarakat justru menyusut.
“Penjualan jadi berkurang. Pendapatan pun jadi turun karena harga beli mahal, tapi penjualan berkurang,” pungkas Ahmad. (H-3)
