
WAKIL Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda Indonesia untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi dengan mengambil peluang magang dan bekerja di luar negeri. Pemerintah berkomitmen memberikan pelatihan kompetensi agar tenaga kerja Indonesia siap bersaing di pasar global.
“Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar, dan bagi mereka yang berminat ke luar negeri kami didik, kami latih, dan diberikan kompetensi dan skill yang memadai,” ujar Afriansyah saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (22/9).
Program ini mencakup Magang Hub Nasional dan Magang ke Jepang yang merupakan hasil kerja sama dengan IM Japan. Afriansyah menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sedang gencar mempromosikan penempatan tenaga kerja profesional dengan keahlian khusus di negara mitra, terutama Jepang.
Potensi Penghasilan di Jepang
Di Jepang, peserta magang asal Indonesia ditempatkan di berbagai sektor strategis, mulai dari otomotif, manufaktur, pertanian, hingga pengemudi. Penempatan ini dilakukan berdasarkan kompetensi individu dan perjanjian resmi antar-lembaga (G-to-G).
Afriansyah memberikan gambaran mengenai kesejahteraan tenaga kerja di sana. Di sektor otomotif ringan, misalnya, teknisi bengkel ban atau montir dapat membawa pulang penghasilan bersih yang cukup menjanjikan.
Wamenaker juga memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Banyuwangi yang menjadi salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak untuk penempatan di Jepang. Keberadaan BPVP di Muncar dinilai strategis dalam menciptakan SDM berkualitas, termasuk penguasaan bahasa asing.
Kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi pun dinilai sangat positif. Dengan populasi sekitar 1,7 juta jiwa, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut hanya berkisar 10.000 orang.
“Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil, oleh karena itu harus kita dukung,” tegasnya.
Dukungan Pemerintah Pusat
Lebih lanjut, Afriansyah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas vokasi secara maksimal. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada pengembangan SDM melalui alokasi kuota Pelatihan Vokasi Nasional.
Kuota tersebut mencapai sekitar 220.000 orang yang dikhususkan bagi lulusan SMA/SMK, di mana seluruh biaya pelatihan ditanggung penuh oleh negara. (Ant/H-3)
