
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky memanfaatkan kehadirannya di Sidang Majelis Umum PBB untuk mengingatkan para delegasi dunia mengenai skala dan dampak destruktif dari perang yang melanda negaranya. Ia menegaskan kemenangan sebagian tidak akan pernah memuaskan ambisi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Zelensky memperingatkan Putin tidak akan berhenti meski berhasil menguasai wilayah Donetsk. Menurutnya, pemetaaan kekuatan militer Rusia akan terus menyasar kota-kota Ukraina lainnya.
“Rusia telah menggunakan lebih dari 2.100 rudal melawan kami. Lebih dari 950 di antaranya adalah rudal balistik,” ujar Zelensky di hadapan forum PBB.
Ia menggambarkan bagaimana serangan udara berlangsung tanpa henti dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga sipil.
“Merek meluncurkan [rudal] Shahed berteknologi jet setiap jam… Kami melawannya 24 jam sehari, 7 hari seminggu,” tegasnya. “Tujuannya adalah untuk membuat hidup lebih sulit bagi perekonomian dan mengganggu kehidupan kami. Mereka mengganggu anak-anak di sekolah. Apakah negara Anda sanggup bertahan dari hal seperti ini?”
Zelensky kembali menegaskan posisi negaranya dalam konflik bersenjata ini. “Ukraina tidak memilih perang ini,” tambahnya.
Peringatan Balasan Serangan Energi dan Musim Dingin
Menghadapi ancaman musim dingin yang kian dekat, Zelensky menyampaikan peringatan keras terkait serangan berkelanjutan Rusia terhadap sistem energi Ukraina. Ia memastikan bahwa serangan terhadap infrastruktur vital Ukraina akan dibalas secara setimpal.
“Rakyat Ukraina memahami bahwa musim dingin ini bisa menjadi sangat berat bagi kami. Namun sebagai balasannya, kami tidak punya pilihan selain membuatnya menyakitkan bagi Rusia juga,” ungkap Zelensky.
Desakan Pembatasan Pendapatan Rusia
Selain pertahanan militer, Zelensky mendesak para pemimpin dunia untuk terus menekan sumber pendapatan Rusia demi menghambat kemampuan perangnya. Ia menekankan pendapatan negara penyerang harus tetap menjadi target utama sanksi internasional.
“Ketika seseorang memberi Rusia lebih banyak uang melalui perdagangan, mereka memberi perang ini lebih banyak waktu. Itulah alasan kami mendesak pembatasan perdagangan dengan negara agresor, dan mengapa kami membakar sendiri pendapatan Rusia,” jelasnya.
Mengakhiri pidatonya, Zelensky menyebut keberlanjutan perang yang dilancarkan Rusia sebagai sebuah “kegilaan”. Ia menyerukan aksi nyata secara global demi mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
“Saya mohon, semua yang ada di sini, jangan menjadi yang terakhir bergabung dengan mereka yang membela kehidupan. Jadilah yang pertama mengatakan ‘kami menjamin keamanan’. Terima kasih kepada siapa saja yang membantu dan siapa saja yang berdiri bersama kami – bersama rakyat kami, bersama anak-anak kami,” tutupnya. (the Guardian/Z-2)
