
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memantau kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum, kondisi penyaluran di sejumlah wilayah berjalan secara kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat barisan kendaraan pada waktu dan jenis BBM tertentu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus menyesuaikan pola penyaluran dengan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu. Penyaluran terus kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar stok tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Lilik, Rabu (23/9).
Kondisi Penyaluran BBM di Berbagai Wilayah Sulawesi
Pertamina menerapkan sejumlah langkah operasional yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing provinsi di Sulawesi:
1. Sulawesi Tenggara
Kondisi penyaluran BBM di wilayah ini sudah kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September mencatatkan peningkatan sebesar 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal pada periode Januari hingga Mei. Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina menambah jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, serta berkolaborasi dengan Forkopimda dalam menertibkan pengecer. Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM per hari yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan agar penyaluran tepat sasaran.
2. Sulawesi Tengah
Kepadatan masih ditemukan pada jam-jam sibuk penyaluran Biosolar, termasuk di Kabupaten Buol yang saat ini baru memiliki dua SPBU reguler. Guna menjaga ketahanan stok, Pertamina meningkatkan suplai sekitar 5 persen dari rerata penyaluran normal harian. Langkah lainnya meliputi optimalisasi Marshall SPBU untuk mengatur antrean, koordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman ke Buol, serta memperketat penyaluran sesuai SOP termasuk kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan.
3. Gorontalo
Penyaluran di SPBU mengalami kepadatan pada jam tertentu namun tetap terkendali tanpa adanya barisan panjang seperti sebelumnya. Pertamina mengoptimalkan distribusi dari Depot Gorontalo dengan membuka proses penyaluran lebih awal serta memaksimalkan nozzle Pertalite di SPBU tertentu. Pertamina juga melakukan build up stok pada SPBU yang berpotensi kritis, melakukan monitoring berkala, serta meningkatkan koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi.
4. Sulawesi Utara
Antrean masih terpantau pada penyaluran Biosolar di Kota Manado. Sebagai penanganan, Pertamina meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan bulan Agustus dan menambah nozzle Biosolar. Sementara itu, untuk jenis Pertalite, kondisi penyaluran terpantau aman dan kondusif.
5. Sulawesi Selatan dan Barat
Kondisi antrean di SPBU di wilayah ini sudah kembali normal. Pertamina tetap memperkuat pasokan dengan menambah suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen. Langkah operasional yang dilakukan meliputi penambahan jalur pelayanan Pertalite, penambahan jam operasional SPBU dan Depot Makassar, serta penambahan operator dan Marshall SPBU. Pengaturan lapangan juga diperkuat melalui penerapan sistem ganjil-genap pada periode 13-20 September 2026 serta pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari.
Evaluasi Berkala dan Imbauan untuk Masyarakat
Lilik menegaskan bahwa pelbagai langkah operasional tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan dinamika di lapangan.
“Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga kami sesuaikan, mulai dari penguatan suplai, penyesuaian jam operasional, penambahan fasilitas pengisian, sampai penguatan pengawasan di SPBU. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait agar penyaluran di lapangan tetap berjalan tertib,” jelas Lilik.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas di SPBU dan menggunakan BBM sesuai peruntukannya agar distribusi dapat berjalan merata. (H-3)
