
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan upaya pencegahan kebakaran hutan telah dilakukan di kawasan yang menjadi habitat sekitar 200 orangutan, termasuk dengan pembangunan sekat bakar sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.
“Alhamdulillah, melalui kerja bersama, sekat bakar sepanjang ±3,5 km telah dibuat dan kondisi kawasan saat ini relatif aman,” kata Raja Juli melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @rajaantoni, Selasa (22/9).
Ia mengatakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap perlu dijaga hingga musim kering berakhir untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat mengancam kawasan habitat orangutan.
Raja Juli menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam upaya perlindungan kawasan tersebut, termasuk Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBD Barito Utara, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, masyarakat sekitar, dunia usaha, serta tim Kalaweit/ANUA.
“Terima kasih sahabat saya (aktivis lingkungan Andrew Kalaweit) @chaneekalaweit, @andrewkalaweit, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong menjaga kawasan hutan yang menjadi habitat sekitar 200 orangutan dari ancaman kebakaran,” ujarnya.
Menurut dia, upaya pencegahan kebakaran masih harus terus dilakukan karena ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir selama musim kering berlangsung.
“Perjuangan belum selesai. Kita jaga kawasan ini bersama, jangan biarkan api mengambil rumah bagi ratusan orangutan yang hidup di dalamnya,” kata Raja Juli.
Ia menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menjaga kawasan hutan yang menjadi habitat satwa dilindungi tersebut dari ancaman kebakaran. “Salam lestari,” ujarnya. (Cah/P-3)
