
SHOLAT taubat adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
Sholat ini umumnya dikerjakan sebanyak dua rakaat dan diikuti dengan istighfar serta doa memohon pengampunan.
Bacaan Arab
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin
Ushalli sunnatat-taubati rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya
“Aku berniat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
- Berwudu terlebih dahulu dan memastikan tubuh, pakaian, serta tempat sholat dalam keadaan suci.
- Berniat sholat taubat dalam hati.
- Takbiratul ihram sambil mengangkat tangan.
- Membaca doa iftitah jika dikehendaki, kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk, kemudian bangkit menuju iktidal.
- Sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian melakukan sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan membaca Al-Fatihah serta surat atau ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
- Duduk tasyahud akhir, kemudian membaca tahiyat, shalawat, dan doa.
- Mengakhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri.
- Setelah selesai, dianjurkan memperbanyak istighfar dan berdoa memohon ampun kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh.
Bacaan Arab
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Bacaan Latin
Allahumma anta Rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘udzu bika min syarri ma shana‘tu, abu’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abu’u laka bidzanbi, faghfir li fa innahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta.
Artinya
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Selain membaca doa tersebut, seseorang dapat memohon ampun kepada Allah dengan doa yang dipahami dan sesuai kebutuhannya, serta berusaha memperbaiki diri setelah melakukan taubat. (Z-4)
Sumber: bankmuamalat, zalora
