Yordania Tetapkan Masa Berkabung Nasional Tiga Hari usai Serangan Teror di Gereja
Ilustras – Bendera Yordania.(ANTARA/Wikimedia Commons)

PEMERINTAH Yordania mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul tragedi serangan mematikan yang menargetkan sebuah gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud, wilayah selatan Kegubernuran Karak. Keputusan berkabung ini mulai berlaku sejak Jumat (23/10).

Perdana Menteri Yordania, Jafar Hassan, mengeluarkan instruksi langsung terkait penetapan masa duka nasional tersebut. Melalui instruksi itu, seluruh bendera nasional di lingkungan kementerian, instansi pemerintah, serta berbagai lembaga publik diwajibkan untuk dikibarkan setengah tiang.

Pemerintah Yordania menegaskan bahwa langkah ini merefleksikan duka mendalam seluruh rakyat Yordania sekaligus wujud solidaritas nasional dalam menghadapi tragedi kemanusiaan yang menyedihkan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, PM Hassan turut menyampaikan ungkapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban tewas serta mendoakan pemulihan segera bagi para korban yang tengah menjalani perawatan medis akibat luka-luka.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah sekaligus Menteri Komunikasi Yordania, Mohammad Momani, mengungkapkan bahwa aksi teror tersebut dilatarbelakangi oleh paham radikal yang berafiliasi dengan “ideologi takfiri ekstremis”.

Momani menjelaskan bahwa tim penyidik keamanan saat ini masih bekerja intensif untuk mendalami kemungkinan keterkaitan para pelaku dengan jaringan atau organisasi teroris tertentu. Seluruh temuan dan hasil investigasi komprehensif tersebut akan segera dipublikasikan kepada publik setelah proses penyelidikan rampung.

Ia juga menegaskan kembali bahwa komunitas umat Kristen merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari fondasi kebangsaan Yordania, dengan rekam jejak sejarah yang mengakar kuat dalam identitas multikultural negara tersebut.

Pihak aparat keamanan Yordania terus bergerak memburu para pelaku yang melarikan diri beserta seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam aksi keji tersebut.

Di tengah suasana duka, Raja Yordania, Raja Abdullah II, turun langsung mendatangi Rumah Sakit Pemerintah Karak pada Jumat malam untuk menjenguk para korban luka. Dalam kunjungan tersebut, Raja Abdullah menyampaikan kecaman keras dan berjanji akan menjatuhkan hukuman setimpal dengan ganjaran terberat bagi para pelaku di balik serangan biadab itu.

(Ant/Anadolu/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *