Waspada Bahaya Kafein dalam Soda untuk Anak, Dari Gangguan Tidur hingga Tekanan Darah
ilustrasi(Magnific)

MINUMAN bersoda tidak hanya mengandung gula dan karbonasi. Beberapa jenis soda juga mengandung kafein, zat stimulan yang dapat memengaruhi tidur dan kondisi tubuh anak.

Kafein kerap ditemukan dalam minuman sehari-hari, termasuk soda tertentu. Meskipun tidak semua jenis minuman bersoda mengandung kafein, orangtua tetap perlu mewaspadai berbagai risiko kesehatan yang mengikutinya.

Berikut dampak Kafein dalam Minuman Bersoda pada Anak

1. Mengganggu kualitas tidur

  • Kafein dapat membuat anak lebih sulit tertidur.
  • Efeknya dapat bertahan selama beberapa jam setelah dikonsumsi.
  • Konsumsi kafein menjelang waktu tidur berpotensi mengurangi waktu istirahat anak.

2. Meningkatkan rasa kantuk pada siang hari

  • Tidur yang tidak cukup dapat membuat anak mengantuk saat beraktivitas.
  • Anak mungkin mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasi ketika belajar.
  • Rasa kantuk pada siang hari juga dapat mendorong sebagian remaja mengonsumsi kafein kembali.

3. Memengaruhi detak jantung dan tekanan darah

  • Kafein dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stimulasi.
  • Penelitian sebelumnya yang dirujuk dalam artikel menemukan perubahan detak jantung dan tekanan darah diastolik pada remaja setelah mengonsumsi kafein.
  • Besarnya efek dapat dipengaruhi oleh jumlah kafein yang dikonsumsi.

4. Membuat anak tidak menyadari konsumsi kafein

Penelitian terhadap 555 siswa kelas tujuh dan delapan menemukan bahwa:

  • Sekitar 29 persen siswa tidak mengetahui bahwa minuman favorit mereka mengandung kafein.
  • Lebih dari 50 persen siswa tidak dapat mengidentifikasi minuman dengan kandungan kafein tertinggi secara tepat.
  • Sebagian siswa juga keliru mengenali minuman berwarna terang yang mengandung atau tidak mengandung kafein.

Temuan ini menunjukkan pentingnya membiasakan anak membaca label kandungan minuman sebelum mengonsumsinya.

Bagaimana Orang Tua Dapat Membatasi Konsumsi Kafein?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

  • Periksa label kemasan. Cari informasi kandungan kafein karena tidak semua soda memiliki komposisi yang sama.
  • Perhatikan waktu konsumsi. Hindari memberikan minuman berkafein menjelang waktu tidur.
  • Pilih minuman alternatif. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan anak.
  • Bangun kebiasaan membaca label. Ajarkan anak mengenali kandungan kafein dan memahami bahwa minuman bersoda tidak selalu bebas stimulan.
  • Perhatikan pola tidur. Jika anak sering sulit tidur atau mengantuk pada siang hari, evaluasi kebiasaan minum dan pola tidurnya.

Minuman bersoda yang mengandung kafein dapat memengaruhi pola tidur dan respons tubuh anak. Risiko yang perlu diperhatikan antara lain kesulitan tidur, rasa kantuk pada siang hari, serta perubahan detak jantung dan tekanan darah setelah konsumsi kafein.

(National Institutes of Health/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *