Pemeriksaan Gigi Gratis Perkuat Akses Kesehatan bagi Kelompok Rentan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Pada  momentum pembukaan cabang ke-74 di Solo, FDC Dental Clinic bersama FDC Foundation menggelar pemeriksaan gigi gratis bagi penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan. Kegiatan sosial ini tidak hanya menjadi bagian dari ekspansi jaringan klinik, tetapi juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Peserta turut memperoleh edukasi mengenai cara merawat gigi yang tepat.

Founder FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS kemarin menyatakan, kehadiran FDC di Solo tidak semata-mata berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat dengan beragam kebutuhan.

“Kami ingin kehadiran di Solo memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk anak-anak dan teman-teman penyandang disabilitas. Bagi kami, akses kesehatan gigi seharusnya semakin mudah, nyaman, dan terjangkau bagi siapa pun,” tuturnya.

Menurut Ita,  FDC juga ingin memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat agar layanan klinik dapat diterima sebagai bagian dari fasilitas kesehatan di Solo. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan Komunitas Difabel Berdaya Solo Raya dan Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darul Falah Solo Baru. Anak-anak panti yang mengikuti kegiatan berasal dari jenjang sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 5 dengan didampingi guru.

Ketua sekaligus pendiri Komunitas Difabel Berdaya Solo Raya, Sri Hartatik, mengapresiasi kepedulian FDC terhadap penyandang disabilitas.  Kegiatan tersebut memberikan manfaat sekaligus pengalaman positif bagi anggota komunitas dalam mengakses layanan kesehatan gigi.

“Kami menyampaikan ucapan selamat atas pembukaan cabang ke-74 FDC Dental Clinic di Solo. Terima kasih atas kepedulian dan manfaat yang diberikan kepada Komunitas Difabel Berdaya, sehingga kami semakin memahami penanganan kesehatan gigi dan merasakan bahwa periksa gigi bisa cepat, nyaman, tidak menakutkan, serta transparan biaya di aplikasi,” ungkapnya.

Sri menyebut, komunitas Difabel Berdaya didirikan pada 2020 untuk mewadahi dan memberdayakan penyandang disabilitas yang merintis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 120 anggota yang tersebar di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

“Selain menjadi ruang untuk bersosialisasi dan berbagi pengalaman, komunitas ini juga menjalankan advokasi terhadap berbagai isu, termasuk kesehatan dan pencegahan kerentanan terhadap kekerasan,” paparnya.

Pengasuh Komunitas Keagamaan Gempol Sukoharjo, Ustadz Satsuyanto, turut mengapresiasi FDC atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warga serta komunitas dampingan. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya mendorong kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan.

Pembukaan klinik di Solo sekaligus memperluas jaringan layanan FDC di Indonesia dan membuka peluang kolaborasi dengan mitra lokal serta organisasi sosial, termasuk CT ARSA Foundation. Melalui FDC Foundation, perusahaan menjalankan berbagai program sosial yang bertumpu pada tiga pilar, yakni kesehatan, pendidikan, serta sosial dan budaya. Salah satu bentuk kegiatannya adalah penyediaan layanan kesehatan gigi bergerak melalui Smile Bus untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ita berharap kegiatan pemeriksaan gratis tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni pembukaan cabang, tetapi berlanjut melalui kerja sama dengan komunitas lokal, sekolah, dan organisasi sosial. 

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara pembukaan klinik saja. Ke depan, kami ingin terus berkolaborasi dengan komunitas lokal, sekolah, dan organisasi sosial agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh edukasi dan layanan kesehatan gigi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” tutupnya.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *